![]() |
Kabel jaringan listrik terlihat “telanjang” di wilayah Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, Kalteng.
Gerbang Desa – Kendala sering mati listrik di jalur antara Kecamatan Seranau ke wilayah Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimatan Tengah (Kateng), diduga kabel jaringan yang terpasang “telanjang” atau tanpa bungkus.
Namun yang dianggap paling rawan ada diperbatasan Desa Ganepo, Kecamatan Seranau dan Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut. Diperbatasan itu, selain hampir tidak ada rumah penduduk, lahan masih semak belukar dan akses jalan yang sulit.
Sebelumnya, petugas lapangan menyebutkan bahwa kendala sering mati listrik diakibatkan adanya sejumlah kelelawar besar (kalong), kera dan burung, bertengger di kabel listrik. Dampaknya, apabila korslet pemadaman listrik bisa sampai seminggu.
“Bagaimana bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di sektor perikanan, kalau sering mati listrik bahkan pemadaman listrik tidak menentu,” kata Camat Pulau Hanaut Sufiansyah, kemarin.
Di wilayah Kecamatan Pulau Hanaut terdapat 14 desa. Dari 14 desa itu ada beberapa desa warganya berprofesi sebagai nelayan, sehingga untuk menyimpan hasil tangkapan di laut dan sungai diperlukan alat pendingin (kulkas) supaya ikan, udang dan kepiting awet sebelum dipasarkan.
“Disamping itu, kalau mati listrik jaringan internet di wilayah Kecamatan Pulau Hanaut ikut terganggu. Ini juga jadi kendala utama karena zaman digitalisasi pelaporan pemerintah kecamatan dan desa menggunakan sistem online,” ujar Sufiansyah yang juga pernah menjabat Sekcam Baamang ini.
Selain kabel “telanjang” yang terbentang panjang itu, menurutnya, kendala lain travo tidak seimbang dengan jumlah kWh pelanggan terutama yang ada di Kecamatan Pulau Hanaut.
Untuk itu, mengatasnamakan pelanggan listrik dan Pemerintah Kecamatan Pulau Hanaut persoalan yang dianggap menjadi “biangkerok” sering terjadinya pemadaman listrik hendaknya secepatnya diatasi. (gd-min)
















