Persiapan Rawa Sari Menuju Desa Wisata Hutan Sengon dan Embung Eiffel

Merancang desa wisata hutan sengon di Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, Kalteng.

Gerbang Desa – Ada 2 kata sebutan mengenai desa wisata yakni, wisata alami yang sudah terbentuk oleh alam dan wisata buatan dengan cara menciptakan menyesuaikan kondisi dan potensi yang ada di desa.

Dalam hal ini contohnya di Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng). Dulunya dusun transmigrasi  sudah mulai melakukan pembenahan dan mempersiapkan diri menuju desa wisata hutan sengon.

Memiliki lahan desa yang sangat luas, persiapan itu dilakukan sejak 2019. Di bawah kepemimpinan Sigit Pranoto selaku Kepala Desa Rawa Sari periode 2019-2024 secara bertahap penanaman bibit sengon sudah dimulai pada tahun 2020.

Ada sekitar 125 hektare lahan yang siap untuk ditanam bibit sengon berkualitas nasional. Penanaman bibit itu dilakukan bertahap selama kurun waktu 3 tahun terhitung sejak 2020, 2021 dan 2022. 

Tanaman Sengon merupakan jenis tanaman jangka panjang yang memerlukan perawatan khusus secara kontinu selama kurang lebih 3 tahun.

Perawatan dilakukan ketika tanaman sudah hampir mencapai lingkaran gelang tangan orang dewasa, baik itu pemupukan, penyiangan rumput, ataupun penggemburan tanah di sekitar pohon sengon tersebut.

Perawatannya sangatlah diperlukan dan harus telaten karena masa antara 1 sampai 3 tahun merupakan masa pertumbuhan yang sangat baik, dan ini sangatlah penting untuk dilakukan secara berkala.

Untuk pemupukan biasanya dilakukan pada 30 hari setelah penanaman, hal ini penting mengingat akar tanaman sudah mulai tumbuh, dan mampu menyerap pupuk yang ada.

Adapun untuk pupuknya bisa menggunakan organik maupun anorganik dengan ukuran yang cukup. Untuk pemupukan di lakukan 1 tahun 2 kali, yaitu sekitar 6 bulan sekali.

Ilustrasi pengembangan desa wisata embung eiffel

Untuk melakukan penanaman dan perawatan dibentuklah Kelompok Tani Hutan (Poktanhut) “Sidodadi” Desa Rawa Sari. Sedangkan bantuan bibit sengon menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim.

Selain kerja sama dengan KLHK RI, Pemerintah Desa Rawa Sari juga menggandeng beberapa dinas/instansi terkait. Misalnya, DLH Kotim untuk pembangunan infrastruktur jalan menggunakan sumber DBH-DR.

Sedangkan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim membantu pembuatan pos pantau dan menara pantau api untuk penanganan dan pencegahan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Sebab, wilayah Kecamatan Pulau Hanaut termasuk di Desa Rawa Sari masuk kategori rawan terjadinya kebakaran lahan terutama pada saat musim kemarau panjang.

Guna melengkapi desa wisata hutan sengon agar pengunjung tidak merasa bosan, rencananya akan dibuatkan embung dan diperindah menara Eiffel yang dibangun di tengah-tengah embung nantinya. (gd-min)

Tags

Share this post:

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Tinggalkan Balasan

Related Post