GERBANGDESA.COM, Sampit – Kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah di Jalan Walter Condrat, Perum Yudi Idola, RT 37 RW 08, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
Rumah milik LH (31) tersebut mengalami kerusakan berat setelah dilalap api saat dalam keadaan kosong. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp150 juta.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kapolsek Baamang Iptu Helmi Hamdani mengatakan, rumah yang terbakar merupakan bangunan permanen berbahan beton dengan atap multiroof.
Menurutnya, besarnya kerugian menjadi dampak paling berat dari musibah tersebut.
“Korban jiwa nihil, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp150 juta,” ujar Helmi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan sejumlah saksi, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang berasal dari kabel kipas angin di kamar bagian depan rumah.
Api diduga muncul saat aliran listrik masih aktif sebelum kemudian membesar dan menjalar ke bagian lain bangunan.
“Dugaan sementara titik api berasal dari kabel kipas angin yang masih hidup sehingga terjadi arus pendek listrik dan api dengan cepat menjalar ke bagian bangunan rumah,” jelasnya.
Warga yang melihat kobaran api segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.
Personel Polsek Baamang bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kotim dan relawan peduli api langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemadaman.
Berkat respons cepat petugas, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 01.37 WIB sehingga tidak merembet ke bangunan lain di kawasan permukiman.
“Api berhasil dilokalisasi sehingga tidak meluas ke rumah-rumah yang berada di sekitar lokasi kejadian,” kata Helmi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, musibah tersebut menyisakan kerugian besar bagi pemilik rumah yang kehilangan bangunan dan sejumlah harta benda.
Saat ini Unit Reskrim Polsek Baamang masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
“Penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran secara menyeluruh,” tutupnya. (hmn/fin)















