Buaya Naik ke Teras Rumah, Warga Kampung Balanti Hidup dalam Kecemasan

GERBANGDESA.COM, Sampit – Ancaman buaya di kawasan tepian sungai Mentaya tepatnya Kampung Balanti, Desa Bangkoang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru (MB) Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, semakin meresahkan warga.

Kemunculan predator tersebut yang kian dekat dengan permukiman membuat masyarakat hidup dalam kecemasan, terutama saat air sungai pasang dan merendam bagian rumah warga.

Warga mengaku beberapa kali melihat buaya berkeliaran di sekitar rumah pada malam hari. Bahkan, satwa liar itu pernah terlihat naik hingga ke teras rumah yang berada tepat di tepi sungai.

“Pernah sekitar pukul 01.00 WIB saat air sedang pasang dan lantai rumah terendam, ada buaya yang terlihat naik ke teras rumah menghadap sungai,” ujar Pandi, warga Kampung Balanti, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Pandi, kemunculan buaya bukan hanya terjadi saat debit air meningkat. Ketika air sungai surut, keberadaan reptil tersebut juga masih sering ditemukan di sekitar kolong rumah warga yang berdiri di atas bantaran sungai.

“Kalau pagi hari, bekas jejak buaya masih sering terlihat di lumpur bawah kolong rumah warga,” katanya.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Meski masih mengandalkan sungai untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), warga kini memilih membatasi aktivitas di sekitar sungai, terutama pada malam hari.

“Hampir tidak ada yang berani ke sungai kalau suasana sudah gelap. Kami takut karena buaya bisa muncul sewaktu-waktu,” ungkapnya.

Kekhawatiran warga semakin meningkat karena sebagian rumah berada sangat dekat dengan aliran sungai.

Saat pasang besar terjadi, air dapat mencapai pelataran hingga lantai rumah, sehingga memperbesar kemungkinan buaya mendekati area permukiman.

“Bagi warga Kampung Balanti, datangnya air pasang bukan hanya membawa genangan, tetapi juga ancaman buaya yang bisa muncul hingga ke depan rumah.” tutupnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah Resort Sampit telah melakukan langkah antisipasi dengan memasang papan peringatan bahaya buaya di sejumlah titik rawan, termasuk di Kampung Balanti.

Kepala BKSDA Kalteng Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan pemasangan papan peringatan dilakukan sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi konflik antara manusia dan satwa liar.

“Kami telah memasang papan peringatan di beberapa lokasi rawan kemunculan buaya. Selain itu, kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengundang kedatangan buaya, seperti membuang bangkai maupun limbah hewan ke sungai,” katanya.

BKSDA mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada waktu subuh, sore hingga malam hari, yang merupakan periode aktif bagi buaya untuk mencari makan.

Hingga kini, warga berharap adanya langkah lanjutan untuk meminimalkan potensi ancaman buaya di sekitar permukiman, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman tanpa dihantui rasa takut setiap kali air sungai pasang. (nfr/fin)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post