Krisis Guru Bahasa Indonesia, Sekolah di Kotim Menjerit

GERBANGDESA.COM SAMPIT – Kegiatan rapat koordinasi (Rakor) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama K3S SD, MKKS SMP, dan Koordinator Wilayah (Korwil) Disdik Kecamatan yang dipusatkan di Aula Disdik Kotim, kembali menyingkap persoalan serius di dunia pendidikan daerah ini.

Kepala SMPN 3 Sampit Siti Khadijah menegaskan bahwa sekolahnya kini menghadapi krisis tenaga pendidik khususnya guru mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Menurutnya, kondisi ini bukan sekadar masalah di sekolah yang ia pimpin, melainkan menjadi persoalan bersama di hampir semua sekolah di Kotim.

“Guru jurusan Bahasa Indonesia sangat dibutuhkan, tetapi di Kotim hampir tidak ada. Saat seleksi PPPK pun, jurusan ini tidak tersedia. Akhirnya, sekolah terpaksa memberdayakan guru lain yang bukan bidangnya untuk mengisi kekosongan,” ungkap Siti Khadijah dalam forum tersebut.

Ia menekankan, kekurangan guru Bahasa Indonesia bukan hanya mengganggu proses pembelajaran, tetapi juga berpotensi menurunkan mutu pendidikan. Sebab, mata pelajaran ini adalah pondasi penting dalam pembentukan kemampuan literasi siswa.

Siti Khadijah berharap, Disdik Kotim segera memberikan solusi konkret atas krisis tenaga pendidik ini. Tanpa langkah cepat, sekolah-sekolah di Kotim akan terus kesulitan menyediakan pembelajaran Bahasa Indonesia secara optimal.

“Ini catatan penting. Bukan hanya di SMPN 3 Sampit, tapi juga sekolah lain yang kebingungan mencari guru Bahasa Indonesia. Kami berharap ada langkah nyata dari pemerintah terutama pemerintah daerah,” tandasnya.

Krisis ini menjadi alarm bagi dunia pendidikan Kotim. Jika tidak segera diatasi, visi peningkatan mutu pendidikan bisa terhambat hanya karena minimnya ketersediaan guru bidang studi yang sangat fundamental. (fin/fin)

Related Post