Eddy Mashamy Dorong Tujuh Desa Perkuat BUMDESMA MHU, Surplus Rp 107 Juta

GERBANGDESA.COM, Sampit – Wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) III Kotawaringin Timur, Eddy Mashamy, mendorong enam desa di Kecamatan Mentaya Hilir Utara untuk terus memperkuat dukungan terhadap BUMDESMA Mitra MHU LKD sebagai motor penggerak ekonomi lokal. 

Ketujuh desa tersebut yakni Desa Bagendang Hilir, Desa Bagendang Permai, Desa Bagendang Hulu, Desa Bagendang Tengah, Desa Natai Baru, Desa Pondok Damar, dan Desa Sumber Makmur. 

“Dukungan desa adalah kunci utama keberlanjutan BUMDESMA. Ini bukan hanya soal usaha, tapi masa depan ekonomi masyarakat,” tegas Eddy, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, desa-desa pendukung memiliki peran strategis sebagai penyerta modal sekaligus pemilik Sisa Hasil Usaha (SHU). 

Pada tahun 2025, BUMDESMA Mitra MHU LKD berhasil mencatat surplus sebesar Rp107.920.697, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp99.135.600. 

“Keuntungan ini akan kembali ke desa sesuai porsi modal. Artinya, manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Eddy menegaskan kehadirannya dalam forum Musyawarah Antar Desa (MAD) merupakan bentuk representasi DPRD Kotim, mengingat wilayah Mentaya Hilir Utara termasuk dalam Dapil III. 

Ia menilai MAD sebagai forum penting dalam pengambilan keputusan strategis yang melibatkan kepala desa sebagai penasihat dan penentu arah kebijakan. 

“Transparansi melalui MAD menjadi fondasi kepercayaan publik terhadap pengelolaan BUMDESMA,” katanya.

Berdasarkan laporan direktur, kinerja BUMDESMA menunjukkan tren pertumbuhan yang sehat. 

Pendapatan operasional pada 2025 mencapai Rp531.742.589, dengan kontribusi terbesar dari unit Mini Market MHU sebesar Rp155.852.354 dan MHU Finance sebesar Rp106.731.653. 

Selain itu, unit Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dan Agen BNI 46 juga memberikan kontribusi signifikan. 

“Diversifikasi usaha menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas pendapatan,” ungkap Eddy yang juga pernah menjabat Camat Pulau Hanaut itu.

Dari sisi pengeluaran, total beban operasional tercatat Rp410.483.379 dengan komponen terbesar pada tenaga kerja sebesar Rp207.875.000. 

Meski demikian, BUMDESMA tetap menunjukkan komitmen sosial melalui alokasi dana sosial Rp14.865.900, bonus operasional kelembagaan Rp34.686.900, serta pembayaran pajak Rp13.338.513. 

“Ini menandakan pengelolaan yang tidak hanya profesional, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan hukum,” tambahnya.

Eddy berharap capaian ini dapat terus dipertahankan dengan tata kelola yang transparan dan profesional. 

Ia menilai keberhasilan BUMDESMA Mitra MHU LKD merupakan hasil kolaborasi kuat antar desa dalam mengelola potensi ekonomi secara bersama. 

“Ini adalah model pembangunan desa yang ideal. Tinggal kita jaga konsistensinya agar ke depan bisa berkembang lebih besar dan memperkuat UMKM lokal,” pungkasnya. (fin/fin)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post