GERBANGDESA.COM, Sampit – Sekitar 67 persen usulan yang disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, tahun 2027 mengarah pada sektor infrastruktur.
Hal tersebut disampaikan Wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) III Kotawaringin Timur (Kotim), Eddy Mashamy, usai kegiatan yang dipusatkan di Aula Kelurahan Basirih Hilir, Rabu (17/12/2025).
Eddy Mashamy menjelaskan, mayoritas usulan masyarakat menitikberatkan pada perbaikan jalan dan jembatan.
Aspirasi itu dinilai sangat mendesak mengingat wilayah Basirih Hilir dalam beberapa pekan terakhir mulai terdampak banjir maupun banjir rob yang mengganggu aktivitas warga.
Selain kondisi banjir, ia menyebutkan terdapat sejumlah jembatan tua yang kondisinya sudah rusak dan membutuhkan perbaikan segera demi keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Karena itu, lanjut Eddy, sektor infrastruktur menjadi perhatian utama dalam musrenbang tersebut.
Tak hanya itu, masyarakat juga mengusulkan pemasangan penerangan jalan umum (PJU), pembersihan sungai untuk mendukung aliran air ke kawasan pertanian, pemasangan rambu lalu lintas, hingga pembangunan dan perbaikan rumah ibadah.
Di luar sektor infrastruktur, terdapat pula usulan dari bidang kesehatan, pendidikan, serta Tim Penggerak PKK Kelurahan Basirih Hilir.
Menurut Eddy, seluruh usulan yang disampaikan melalui ketua RT dan RW merupakan kebutuhan riil yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Ia menegaskan, DPRD Kotim tidak membatasi jenis usulan masyarakat yang masuk di wilayah Dapil III.
“Kami siap memperjuangkan aspirasi masyarakat, terutama yang menjadi skala prioritas, dengan tetap menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia,” tegas Eddy Mashamy dari Fraksi PAN.
Ia juga menyarankan agar usulan-usulan tersebut dilengkapi dengan proposal agar dapat diperjuangkan secara maksimal dalam rapat paripurna DPRD Kotim yang dijadwalkan pada tahun 2026 mendatang. (fin/nrh)














