RS Pratama di Kotim Belum Naik Kelas, Riskon: Jangan Hanya Jadi ‘Puskesmas Besar’

GERBANGDESA.COM, Sampit – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Riskon Fabiansyah, menyoroti stagnasi peningkatan status Rumah Sakit Pratama Parenggean dan Rumah Sakit Pratama Samuda. Menurutnya, kedua fasilitas kesehatan itu sudah terlalu lama dibiarkan tanpa kepastian peningkatan kelas menjadi Rumah Sakit Tipe D.

Riskon yang juga politisi Fraksi Golkar ini menyebut, sejak beroperasi hampir sepuluh tahun, dua rumah sakit tersebut masih memiliki kapitasi setara puskesmas, sehingga pengelolaan BLUD tidak maksimal dan pelayanan pun sulit berkembang.

“Kita punya dua rumah sakit pratama yang usianya hampir sepuluh tahun, tapi posisi pembiayaannya masih selevel puskesmas. Kalau begini terus, kita jangan menyebut itu rumah sakit, tapi hanya puskesmas yang gedungnya lebih besar,” tegas Riskon, legislator dapil I Kotim, akhir pekan tadi.

Ia menilai, beban tugas besar kini berada di tangan Bupati Halikinnor dan Wakil Bupati Irawati pada periode keduanya. Pemerintah daerah wajib segera menyusun master plan peningkatan akreditasi sebagai langkah awal naik kelas.

“Jangan menunggu waktu berjalan lagi. Pemerintah harus mulai dari master plan. Tanpa itu, kenaikan tipe hanya jadi wacana rapat. Dan kami tidak ingin pelayanan kesehatan hanya jadi bahan seremonial,” ujarnya.

Riskon menekankan, wilayah Parenggean dan Samuda memiliki jumlah penduduk yang besar, dinamika ekonomi yang aktif, serta jarak tempuh cukup jauh dari fasilitas rujukan utama. Jika peningkatan tidak dilakukan, maka akses layanan kesehatan yang layak akan terus terlambat.

“Syarat peningkatan tipe bukan hanya administrasi. Ada dokter spesialis yang harus disiapkan, sarana alat kesehatan harus diperkuat, dan manajemen rumah sakit harus naik kelas,” jelasnya.

Ia mengingatkan, DPRD siap mendorong penguatan anggaran bila perencanaan jelas dan terukur.

“Kalau pemerintah serius, Komisi III siap mengawal. Tapi jangan asal bangun fisik, sementara perencanaan dan standar layanan tidak disiapkan,” tegas Riskon.

Ia menegaskan, peningkatan status rumah sakit pratama adalah kebutuhan mendesak dan bukan sekadar proyek kegiatan tahunan.

“Masyarakat tidak butuh pidato. Mereka butuh layanan kesehatan yang bisa menyelamatkan nyawa. Mulai hari ini, siapkan master plan, susun timeline, jalankan. Kita tidak ingin 10 tahun berikutnya, berita ini hanya berulang,” tutupnya. (fin/nrh)

Tags

Share this post:

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post