Wisata Perkebunan Tersembunyi di Desa Makarti Jaya

Gerbang Desa – Desa Makarti Jaya merupakan desa pemekaran dari Desa Hanaut, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Awalnya, desa itu dusun bernama Babaluh Besar dan merupakan transmigrasi di era Presiden Republik Indonesia Soeharto.

Untuk mencapai desa tersebut, harus menyeberang sungai Mentaya. Tepatnya, sebelum jembatan Lenggana, Jalan HM Arsyad kilometer 22 ada jalan menuju ke arah sungai mentaya, dan disekitar bantaran sungai itu ada dermaga penyeberangan yang hanya dikelola oleh warga sekitar.

Biaya untuk sekali menyeberang terutama yang menggunakan kendaraan roda 2 maupun sepeda pancal dikenakan tarif sebesar Rp 10 ribu beserta pengendara maupun yang berboncengan. Jenis perahu yang digunakan untuk penyeberangan sudah memenuhi standar keamanan.

Setelah berada di dermaga Desa Makarti Jaya, kita akan menyelusuri jalan setapak lebar jalan sekitar 2 meter yang sebagiannya sudah semenisasi. Untuk mencapai permukiman penduduk, kita akan dimanjakan dengan pemandangan persawahan dan kebun karet milik warga desa setempat.

Selain persawahan dan kebun karet, kita juga akan menjumpai perkebunan kelapa sawit yang berjejer rapi kiri kanan jalan semenisasi. Dari situlah, suasana dingin dan asri sudah bisa dirasakan selama dalam perjalanan.

Ketika menemui diperempatan jalan, ambil jalur kanan. Apabila jalur kiri menuju ke Desa Rawa Sari yang merupakan desa tetangga. Desa itu juga merupakan eks transmigrasi pemekaran dari Desa  Hanaut.

Setelah menelusuri jalur kanan menuju ke permukiman warga desa Makarti Jaya yang berjarak sekitar 100 meter, suasana sudah sangat berbeda. Semua jalan sudah semenisasi yang berbelok-belok dan banyak terdapat simpang 4 didalamnya.

Ada pemandangan perkebunan karet, perkebunan kelapa sawit, bahkan perkebunan buah-buahan seperti cempedak, rambutan dan pertanian padi. Akan tetapi, ketika menyelusuri jalan tersebut hati-hati tersesat bisa masuk areal pertanian. Solusinya, harus kembali karena akses jalan buntu.

Letak rumah penduduk antara satu rumah dengan yang lainnya tidak terlihat semrawut. Sebab, desa itu merupakan eks transmigrasi. Masing-masing kepala keluarga telah diberi jatah luasan tanah yang sama, sehingga pembangunan rumah sesuai dengan batasannya.

Tidak kalah menariknya, meskipun cuaca sangat terik, kita tidak akan merasakan gerah karena terlindung pepohonan tinggi menjulang dan suasana alam yang masih natural. Selain itu, waktu terasa sangat cepat karena asyiknya menikmati suasana alam perdesaan.

Hal inilah kemungkinan akan menjadikan liburan terasa lebih terkesan, apalagi liburan seraya menggunakan sepeda pancal bersama teman-teman maupun keluarga sambil menikmati suasana alam yang masih sejuk dan jauh dari kebisingan kendaraan bermotor.

Bagi yang ingin menikmati makanan dan minuman suasana perdesaan, di permukiman warga juga terdapat beberapa warung sederhana. Menu yang disajikan tidak jauh berbeda yang ada dirumah seperti, kopi, teh, soto, nasi sop dan nasi campur. Soal harga, dijamin murah meriah karena padi hasil produksi petani di desa setempat.

Yang menjadi catatan, di Desa Makarti Jaya untuk sementara ini tidak ada jaringan seluler, sehingga apabila mau kembali ke dermaga penyeberangan disarankan sebelumnya harus ingat jalur mana saja yang sudah dilewati dan jalan pintu keluar, kecuali yang sudah terbiasa ke desa tersebut. (gd-min)

Tags

Share this post:

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Tinggalkan Balasan

Related Post