GERBANGDESA.COM, Sampit – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di berbagai lingkungan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Momentum kemerdekaan tidak hanya diisi dengan perlombaan, tetapi juga menjadi ruang bagi warga untuk kembali berkumpul, berkreasi dan menguatkan semangat gotong royong.
Suasana tersebut terlihat di Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Jumat (14/8/2026). Puluhan ibu-ibu dari berbagai RT tampak sibuk mengikuti lomba tumpeng antar-RT.
Mulai dari menata nasi, menyusun lauk dan sayuran, hingga menghias tampilan tumpeng dilakukan secara bersama-sama agar menghasilkan sajian yang menarik sekaligus bernilai gizi.
Sebanyak 17 RT dan satu RW ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Namun, bagi warga, lomba bukan semata-mata soal meraih juara.
Ketua RT 34 Apok mengatakan, kegiatan itu menjadi sarana mempererat hubungan sosial sekaligus membangun komunikasi antarmasyarakat.
“Tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi agar kita saling mengenal antara RT dan RW yang lain,” ujar Apok.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Baamang Barat, Daldiri, mengatakan lomba tumpeng tahun ini merupakan kegiatan perdana yang secara khusus memberi ruang kepada kaum ibu untuk berpartisipasi dalam perayaan kemerdekaan.
Gagasan tersebut muncul setelah ibu-ibu menyampaikan keinginan untuk ikut memeriahkan rangkaian kegiatan 17 Agustus.
“Selama ini kegiatan lomba lebih banyak diikuti bapak-bapak dan remaja. Tahun ini ibu-ibu meminta juga ada lomba, sehingga kami apresiasi dan melaksanakan lomba tumpeng antar-RT ini,” kata Daldiri.
Antusiasme warga terlihat tidak hanya dari keterlibatan ibu-ibu. Sejumlah bapak-bapak turut membantu persiapan, bahkan ada ketua RW yang turun langsung menghias tumpeng.
Kebersamaan pun terasa sejak proses menyiapkan bahan, memasak hingga menyusun dan mempercantik sajian.
Rangkaian kegiatan kemerdekaan di Baamang Barat sebelumnya juga diisi lomba kebersihan lingkungan dan Pos Satkamling antar-RT serta lomba domino.
Seluruh kegiatan tersebut merupakan kolaborasi LPMK bersama Kelurahan Baamang Barat.
Sementara itu, Lurah Baamang Barat Arya Agus Wardhana mengatakan, penilaian lomba tumpeng tidak hanya mempertimbangkan tampilan atau kemewahan sajian. Kandungan gizi juga menjadi salah satu perhatian.
“Bukan mewah atau harganya, tentunya ada nilai gizi. Intinya kegiatan ini untuk meningkatkan silaturahmi, kebersamaan dan kekompakan antarwarga,” ujar Arya.
Menurutnya, semarak menjelang 17 Agustus mulai membawa dampak positif terhadap aktivitas warga.
Masyarakat yang sebelumnya kurang aktif mulai kembali terlibat dalam kegiatan lingkungan, termasuk gotong royong serta menjaga keamanan dan ketertiban.
“Yang awalnya ada RT yang tidak pernah gotong royong, sekarang menjadi gotong royong. Yang sebelumnya kurang aktif, sekarang lebih aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing,” katanya.
Bagi Arya, perubahan tersebut jauh lebih penting dibandingkan sekadar menentukan siapa yang menjadi pemenang.
Ketika warga kembali berkumpul dan bekerja bersama, kepedulian terhadap lingkungan ikut tumbuh.
Ia berharap semangat kebersamaan tersebut tidak berhenti setelah perayaan HUT RI berakhir. Menurutnya, kekompakan dan pemberdayaan masyarakat harus terus dijaga dalam berbagai kegiatan sepanjang tahun.
“Harapannya ke depan, kekompakan dan kebersamaan dalam pemberdayaan di wilayah RT Kelurahan Baamang Barat terus meningkat. Jangan hanya di momen Agustus, tetapi juga di momen-momen lainnya,” ucapnya.
Lomba tumpeng akhirnya menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana momentum kemerdekaan mampu menghidupkan kembali interaksi masyarakat.
Dari meja tempat sajian disusun, komunikasi tumbuh; dari perlombaan, semangat gotong royong kembali bergerak.
Bagi warga Baamang Barat, perayaan HUT ke-81 RI pun bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, momentum kemerdekaan menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian dan menguatkan kebersamaan dari lingkungan terkecil. (sgt/fin)













