GERBANGDESA.COM, Sampit – Teror ulat bulu meresahkan warga Gang Reformasi, Jalan Muchran Ali, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Hama yang diduga merupakan spesies Trabala vishnou itu muncul dalam jumlah besar selama beberapa hari terakhir, memenuhi halaman rumah hingga masuk ke dalam bangunan dan membuat warga kesulitan beristirahat.
Salah seorang warga, Nor Hidayati, mengaku keberadaan ulat bulu telah mengganggu aktivitas keluarganya. Ulat ditemukan hampir di setiap sudut rumah, mulai dari dinding, lantai, kamar mandi, hingga tempat penampungan air.
Saat malam tiba, hama tersebut bahkan merayap ke pakaian dan tempat tidur. “Masuk rumah tidak bisa tenang karena ulatnya sampai ke ranjang. Mau tidur pun susah. Kalau bulunya mengenai kulit, langsung terasa gatal,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Keluhan warga kemudian dilaporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kotim melalui layanan Emergency WhatsApp.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Peleton II Regu II bersama Dinas Pertanian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.
Penyemprotan pestisida dilakukan di dalam rumah maupun area sekitar permukiman yang menjadi titik penyebaran ulat.
Humas Damkar Kotim, Heri Wahyudi, mengatakan proses penanganan berlangsung sekitar satu jam dengan menyasar lokasi-lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya ulat bulu.
“Petugas bersama Dinas Pertanian melakukan penyemprotan pestisida khusus serangga di dalam rumah dan area sekitar halaman untuk menekan populasi ulat bulu yang mengganggu warga,” katanya.
Hingga kini, penyebab ledakan populasi ulat bulu tersebut masih belum diketahui secara pasti.
Warga menduga kemunculannya berkaitan dengan kawasan kebun di sekitar permukiman.
Dugaan itu masih memerlukan kajian lebih lanjut agar sumber munculnya hama dapat dipastikan sekaligus menjadi dasar upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (hmn/fin)














