Air Terkendali, Program Cetak Sawah Rakyat Hidupkan Lahan Tidur di Tanahlaut

GERBANGDESA.COM, Pelaihari – Program cetak sawah rakyat di Kabupaten Tanahlaut mulai menunjukkan dampak nyata bagi para petani. Lahan yang sebelumnya terbengkalai akibat genangan air kini kembali produktif setelah sistem pengendalian air diterapkan secara lebih baik.

Salah satu petani, Amiruddin, mengungkapkan bahwa kondisi lahan saat ini jauh lebih ideal untuk bercocok tanam. Jika sebelumnya air menggenang hingga setinggi pinggang orang dewasa selama berhari-hari, kini ketinggian air dapat dijaga pada kisaran 20 hingga 30 sentimeter. Kondisi tersebut dinilai sangat mendukung proses tanam padi.

Menurutnya, keberadaan pintu air di tanggul menjadi kunci utama perubahan tersebut. Petani kini dapat dengan mudah mengatur debit air sesuai kebutuhan. Dalam waktu sekitar dua hari setelah pintu air dibuka, genangan bisa surut secara signifikan sehingga lahan siap ditanami.

Saat ini, para petani di Tanahlaut mulai memasuki musim tanam menggunakan benih padi lokal, setelah sebelumnya terdampak curah hujan tinggi dan banjir pada Februari lalu. Dengan kondisi lahan yang lebih terkendali, aktivitas pertanian pun kembali berjalan normal.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Tanahlaut, program cetak sawah rakyat pada 2025 melalui skema CSR telah menjangkau sejumlah kecamatan, seperti Batibati, Takisung, Tambang Ulang, Kintap, Kurau, Panyipatan, dan Jorong. Ratusan hingga ribuan hektare lahan telah melalui tahap survei, pembukaan lahan, hingga pengolahan.

Petani berharap program ini dapat terus dilanjutkan dan diperluas agar semakin banyak lahan tidur yang bisa dimanfaatkan. Selain meningkatkan produksi pertanian, keberlanjutan program ini juga dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan di daerah.(*/d)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post