JAKARTA, gerbangdesa.com – Untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, permintaan akan produk akuatik terus meningkat. Bahkan, produksi ikan, khususnya ikan budidaya juga meningkat, begitu pula dengan permintaan pakan ikan. Sayangnya, tingginya permintaan produksi tidak diimbangi dengan pasokan bahan pakan ikan, khususnya tepung ikan.
Untuk mengatasi kelangkaan pakan ikan, Balai Penelitian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuat terobosan baru dengan memanfaatkan bungkil kelapa sawit (BKS) yang dibuat menjadi maggot.
BKS merupakan limbah dan hasil samping dari proses pembuatan minyak sawit, yang diproses selama fermentasi dan menghasilkan maggot.
Melta Rini Fahmi, Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, mengatakan, secara kimiawi, BKS ini memiliki kandungan protein sekitar 17%, serta kandungan lisin dan metionin yang relatif rendah dibandingkan sumber protein nabati lainnya.
Mengapa dilakukan proses fermentasi, lanjutnya, agar BKS lebih mudah dicerna oleh ikan, selain itu kandungan protein BKS setelah fermentasi juga meningkat menjadi 48%-56%.
“Tahun 2007, metode ini diterapkan di Kecamatan Singkut Kabupaten Sangkolang Jambi,” ujar Melta seperti dilansir melalui infosawit.com, Minggu 26 Maret 2023.
Terobosan ini tentu saja sangat membantu sektor perikanan. Selain mendukung perekonomian masyarakat sekitar dengan memberikan peluang usaha baru yaitu pengadaan maggot dari bungkil kelapa sawit. (*/fin)














