GERBANGDESA.COM, Sampit – Pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai berdampak pada pelayanan air bersih.
Dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Ancaman Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Rumah Jabatan Bupati Kotim, Rabu (29/7/2026), Direktur Perumdam Tirta Mentaya Sampit, Ismanadi, mengungkapkan kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk mengoperasikan generator di Instalasi Pengolahan Air Bagendang.
“Kebutuhan solar kami meningkat karena pengambilan air baku harus mengandalkan generator saat listrik padam. Sementara mendapatkan BBM juga tidak mudah, harus antre dan menunggu,” ujar Ismanadi.
Ia menjelaskan, pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap hari di wilayah Bagendang dan Lepeh memaksa PDAM mengoperasikan genset secara terus-menerus.
Bahkan, stok solar yang baru diperoleh sebanyak dua drum diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan operasional selama sekitar dua hari.
“Kebetulan kemarin saya berkomunikasi dengan beberapa penyedia BBM dan hanya mendapat dua drum. Itu pun mungkin cukup untuk operasional dua hari saja,” ungkapnya.
Menanggapi persoalan tersebut, Bupati Kotim Halikinnor langsung menginstruksikan Penjabat Sekretaris Daerah Umar Kaderi untuk mencari solusi percepatan distribusi BBM bagi PDAM.
Menurutnya, pasokan solar untuk pelayanan air bersih harus diprioritaskan, terutama di tengah musim kemarau yang rawan memicu berbagai persoalan.
“Pak Sekda, segera diurus. Buatkan rekomendasi atau tunjuk SPBU khusus agar kebutuhan BBM PDAM saat musim kemarau bisa terpenuhi. Pelayanan air bersih jangan sampai terganggu hanya karena sulit mendapatkan solar,” tegas Halikinnor. (fin/fin)















