GERBANGDESA.COM, Sampit – Program “Berbagi Praktik Baik Bahandep Bersinar” yang dikembangkan SMP Negeri 3 Sampit menjadi sorotan dalam rapat bulanan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) jenjang SMP “Mentaya Hagatang” Kabupaten Kotawaringin Timur.
Kegiatan yang berlangsung di salah satu ruangan SMPN 3 Sampit, Selasa (4/8/2026), menghadirkan Kepala SMPN 3 Sampit, Siti Hadijah, sebagai narasumber untuk memaparkan transformasi ekosistem sekolah berbasis kolaborasi dan kearifan lokal.
Dalam paparannya, Siti Hadijah menjelaskan bahwa Program Bahandep Bersinar lahir sebagai upaya membangun lingkungan sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter.
Program tersebut mengusung visi mewujudkan ekosistem sekolah yang asri (bebas sampah), religius dan menjunjung sportivitas (bebas narkoba dan minuman keras), serta intelektual dan berprestasi melalui kolaborasi strategis dengan berbagai elemen masyarakat.
“Kami ingin sekolah menjadi pusat pembentukan karakter. Pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan proses belajar di kelas, tetapi harus melibatkan seluruh unsur masyarakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan peserta didik,” ujar Hadijah.
Komitmen tersebut dibuktikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Polsek Baamang, BNN Kabupaten Kotawaringin Timur, Dewan Adat Dayak (DAD), Revitalisasi Bahasa Dayak Sampit dalam Pelestarian Bahasa Lokal, serta Kepala Puskesmas Baamang 2.
Penandatanganan kerja sama yang dilakukan pada hari yang sama menjadi landasan hukum dalam memperkuat sinergi pembinaan karakter, pelestarian budaya, kesehatan, hingga pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.
Tak hanya berfokus pada pendidikan karakter, SMPN 3 Sampit juga menghadirkan berbagai inovasi di bidang lingkungan.
Melalui Program Bahandep Bersinar, sampah diolah menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif, sementara minyak jelantah dimanfaatkan menjadi sabun ramah lingkungan.
Produk-produk inovatif tersebut bahkan telah dipamerkan dalam Expo di Stadion 29 November Sampit sebagai bukti bahwa sekolah mampu melahirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Berbagai inovasi dan kolaborasi yang dibangun selama kurang lebih delapan tahun kepemimpinan Siti Hadijah semakin mengukuhkan posisi SMPN 3 Sampit sebagai sekolah berakreditasi A yang terus berkembang.
Program Bahandep Bersinar diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan, pelestarian budaya, serta pembentukan karakter generasi muda.
“Kolaborasi adalah kunci. Ketika sekolah, pemerintah, aparat, tenaga kesehatan, dan masyarakat adat bergerak bersama, maka pendidikan akan melahirkan generasi yang unggul, berbudaya, dan siap menghadapi masa depan,” tutupnya. (fin/fin)














