SAMPIT – Warga Dusun Tandang, Desa Barunang Miri, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kembali dihantui ancaman banjir musiman. Hampir setiap tahun, derasnya hujan membuat air sungai meluap hingga menenggelamkan jalan utama dan menggenangi puluhan rumah.
Kepala Dusun Tandang, M. Yani menyebutkan, kondisi ini sudah menjadi langganan. “Kalau hujan deras, air sungai pasti naik. Jalan utama tergenang, rumah-rumah warga yang berada di bantaran sungai ikut terendam,” ungkapnya via telepon, Jumat (12/9/2025).
Dari total 42 rumah di dusun tersebut, 30 rumah terdampak langsung, dan 15 di antaranya nyaris tenggelam dengan ketinggian air antara 50 sampai 75 sentimeter. Kondisi ini bukan hanya merusak pemukiman, tetapi juga mengacaukan aktivitas sehari-hari masyarakat.
Profesi mayoritas warga sebagai nelayan semakin terpukul. Saat banjir, transportasi hanya bisa mengandalkan kelotok bermesin untuk menembus genangan, terutama jika ada warga yang sakit dan harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
Ironisnya, bantuan sosial lebih banyak datang dari perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut. Sementara dari Pemerintah Kabupaten Kotim memang ada, tetapi kerap datang terlambat. “Kalau dari perusahaan sawit biasanya cepat turun. Dari pemkab ada, tapi sering telat,” jelas Yani.
Kepala Desa Barunang Miri Subli menegaskan, pihaknya selalu siaga. Jika banjir besar datang, laporan segera disampaikan agar penanganan tidak berlarut. Namun, hingga kini, solusi permanen belum juga terlihat.
Warga Dusun Tandang berharap pemerintah tidak hanya hadir ketika banjir sudah terjadi, tetapi juga memberikan langkah konkret agar penderitaan tahunan ini tidak terus berulang. (fin/fin)














