GERBANGDESA.COM, Jakarta – Pemerintah Provinsi Riau mempercepat pembangunan desa dengan capaian yang kian konkret: tidak ada lagi desa berstatus tertinggal maupun sangat tertinggal pada 2025.
Langkah ini menandai perubahan arah pembangunan yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan baru.
“Desa tidak boleh lagi dipandang sebagai wilayah pinggiran, tetapi sebagai kekuatan utama ekonomi daerah,” tegas Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto dilansir riau.com, Sabtu (11/4/2026)
Dalam ekspos satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau periode 2025–2030 di Balai Pauh Janggi, Hariyanto memaparkan strategi Riau Membangun Desa, Memajukan Kota sebagai fondasi kebijakan pembangunan.
Program ini dirancang untuk mendorong pemerataan sekaligus memperkuat ekonomi berbasis desa. “Kami ingin memastikan pembangunan tidak timpang. Desa harus tumbuh seiring dengan kemajuan kota,” ujarnya.
Capaian tersebut tercermin dari Indeks Desa Riau 2025 yang menempati peringkat 10 nasional dengan status maju.
Dari total 1.591 desa, sebanyak 759 desa telah mandiri, 471 desa maju, dan 361 desa berkembang.
“Ini bukti bahwa intervensi kebijakan berjalan efektif dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas desa,” kata Hariyanto.
Untuk mempercepat transformasi, Pemprov Riau menggelontorkan Bantuan Keuangan sebesar Rp40,29 miliar kepada 1.579 desa.
Anggaran ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi lokal.
“Bantuan ini bukan sekadar angka, tetapi bentuk keberpihakan nyata agar desa semakin mandiri dan produktif,” tegasnya.
Selain itu, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) menjadi strategi kunci dalam membangun ekonomi desa yang berkelanjutan.
Sebanyak 1.260 unit BUMDesa kini menunjukkan perkembangan signifikan, dengan ratusan di antaranya naik ke kategori berkembang dan maju.
“BUMDesa harus menjadi mesin ekonomi desa yang mampu menciptakan nilai tambah,” ujar Hariyanto.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya diukur dari status administratif, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
“BUMDesa harus menjadi lokomotif ekonomi desa. Jika desa kuat, maka daerah akan kokoh,” pungkasnya.
Dengan capaian ini, Riau menegaskan diri sebagai salah satu daerah yang serius membangun dari desa untuk masa depan yang lebih merata. (*)















