Kain Kuning Kembali Hiasi Jembatan Sungai Lenggana, Simbol Kearifan Lokal yang Tetap Bertahan

GERBANGDESA.COM, Sampit – Deretan kain kuning yang kembali terikat di pagar Jembatan Sungai Lenggana, Jalan Jenderal Sudirman Km 22, Sampit, kembali menyita perhatian para pengguna jalan.

Setelah sempat berkurang saat proyek pembangunan jembatan berlangsung, kini jumlahnya kembali bertambah dan memunculkan rasa penasaran masyarakat mengenai makna di balik tradisi tersebut.

Menurut KP Gusti Azi Burahman Al Arsadi dari DPD Penghimpun Juriat Datu Kalampayan, pemasangan kain kuning merupakan bagian dari tradisi yang telah lama hidup di kalangan masyarakat Banjar dan Dayak di Kotawaringin Timur.

Tradisi yang dikenal sebagai bentang kain kuning atau tali kuning tolak bala itu menjadi simbol doa dan harapan akan keselamatan.

“Kain kuning yang diikatkan di jembatan merupakan bagian dari adat Banjar dan Dayak yang masih kuat di Kotawaringin Timur,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, kain kuning kerap dipasang sebagai ungkapan doa agar masyarakat terhindar dari musibah, penyakit, banjir, maupun berbagai mara bahaya lainnya.

Warna kuning dipercaya melambangkan harapan, keselamatan, dan perlindungan.

Selain itu, sebagian warga juga memasangnya sebagai bentuk nazar atau permohonan agar perjalanan yang dilakukan selalu mendapat keselamatan.

Tradisi tersebut juga sering dikaitkan dengan penghormatan terhadap kawasan sungai yang memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat.

Bahkan, setelah terjadi kecelakaan di sekitar jembatan, kain kuning acap kali dipasang sebagai pengingat bagi pengguna jalan agar lebih waspada.

“Maknanya sebagai pengingat supaya masyarakat lebih berhati-hati saat melintas, sekaligus memanjatkan doa agar musibah serupa tidak terulang,” jelas Gusti Azi.

Gusti Azi menegaskan, kain kuning bukanlah benda yang disembah, melainkan simbol budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Pemasangannya biasanya diawali doa sesuai keyakinan masing-masing oleh tokoh adat, tokoh agama, atau warga yang memiliki hajat tertentu.

“Yang dimohon tetap kepada Allah SWT. Kain kuning hanyalah simbol dalam tradisi masyarakat sebagai pengingat dan doa keselamatan,” tegasnya.(hmn/fin)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post