GERBANGDESA.COM, Sampit – Hari pertama masuk sekolah yang seharusnya menjadi momen penuh semangat bagi ratusan siswa baru SMPN 3 Sampit justru kembali diwarnai persoalan lingkungan.
Saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026), aroma menyengat dari aktivitas bongkar muat sampah di depo yang berada tepat di samping sekolah kembali tercium hingga ke ruang-ruang kelas.
Kepala SMPN 3 Sampit, Siti Khadijah, mengatakan kondisi tersebut bukan persoalan baru. Sejak sekitar tahun 2020, warga sekolah harus berdampingan dengan bau sampah yang kerap muncul saat truk melakukan pembongkaran pada pagi hari, bertepatan dengan jam belajar mengajar.
“Kami hanya ingin anak-anak bisa belajar dengan nyaman. Tidak ada yang ingin bersekolah sambil mencium bau sampah selama berjam-jam,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai upaya koordinasi dengan pemerintah daerah telah dilakukan, namun hingga kini belum membuahkan solusi yang tuntas.
Di tengah keterbatasan itu, SMPN 3 Sampit tetap mampu menorehkan prestasi membanggakan. Sekolah ini telah meraih predikat Adiwiyata Nasional dan sejumlah penghargaan di bidang akademik maupun olahraga hingga tingkat nasional.
“Keadaan tidak boleh membuat kita berhenti. Kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk terus berprestasi,” tegas Siti, seraya mengajak para siswa tetap optimistis dalam menempuh pendidikan.
Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah ini juga tidak surut. Tahun ajaran 2026/2027, kuota penerimaan sebanyak 288 siswa baru terpenuhi dari lebih 400 pendaftar.
Saat ini SMPN 3 Sampit memiliki sekitar 896 siswa. Meski belum ada laporan gangguan kesehatan serius, sejumlah siswa diketahui kerap mengeluhkan rasa mual ketika aroma sampah menyebar ke lingkungan sekolah.
Siti berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata agar aktivitas bongkar muat sampah tidak lagi mengganggu proses belajar mengajar.
“Kalau memang belum ada solusi permanen, setidaknya pengangkutan dan pembongkaran sampah jangan dilakukan saat jam sekolah. Yang merasakan dampaknya secara langsung adalah anak-anak,” pungkasnya.
Ia menilai lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman merupakan hak setiap peserta didik serta menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pendidikan. (hmn/fin)















