JAKARTA, gerbangdesa.com – Pada Minggu malam (14/5) di Padukuha Wuni, Nglinduri, Gunungkidul, polisi merilis kronologis peristiwa seorang pemuda DIY bernama Aldi Aprianto yang diduga tewas ditembak polisi. Kasubbid Penmas Bid Humas Polda DIY AKBP Verena SW menjelaskan, acara diawali dengan penampilan musik bersih desa Padukuhan Wun pada Minggu malam (14:05) sekitar pukul 20:00 WIB.
Verena mengatakan sempat terjadi keributan di antara penonton sekitar pukul 22.30 WIB. Setengah jam kemudian terdengar suara ledakan yang konon disampaikan oleh petugas di Brigade MK. Saat ini, lanjut Verena, kasus tersebut sudah diambil alih dan ditangani sendiri oleh Polda untuk pengamanan ketertiban dalam negeri dan pengamanan ketertiban pidana. “Kami di Polda DIY menyampaikan belasungkawa atas kejadian yang menimpa Aldi Aprianto,” kata Verena.
Sebelumnya, Minggu (14/5), seorang warga Gunungkidul bernama Aldi (20) tewas tertembak saat baku hantam pipa panjang dalam acara hiburan musik yang digelar di Desa Nglindur, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul.
Penembakan yang menyasar kelompok pemuda itu pun ramai dibagikan di beberapa situs media sosial, salah satunya diunggah oleh akun @merapi_undercover.
Terlihat dari videonya, rombongan warga yang ikut memeriahkan acara yang mengamuk di depan panggung itu saling berhubungan. Seorang petugas keamanan yang terdiri dari anggota TNI-Polri terlihat di atas panggung. Saat itu, seorang petugas polisi berjongkok di atas panggung dengan pistol di tangannya. Segera, tembakan dilepaskan dari arah itu.
“Begitu mendengar ledakan, korban langsung rebah di depan panggung dan mengerang kesakitan karena badannya luka dan mengeluarkan darah,” tulis akun Instagram @merapi_uncover dalam keterangan unggahannya.
“Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Rongkop, namun karena lukanya cukup parah, korban segera dibawa ke RSUD Wonosari,” lanjutnya.
Kasat Reskrim Pol Suwondo Nainggolan juga mengumumkan sedang mengusut kasus yang diduga melibatkan anggota Polsek Girisubo itu. “Ya benar, penyidikan dilakukan oleh Polda DIY. Nanti akan dijelaskan oleh Bagian Humas,” kata Kapolda DIY Suwondo Nainggolan.
(*/ary)
dilansir dari: CNN Indonesia














