GERBANGDESA.COM, Sampit – Video yang memperlihatkan tanaman kelapa sawit milik warga rusak diduga akibat orangutan viral di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.
Peristiwa yang dilaporkan terjadi di Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, itu memunculkan dugaan konflik antara manusia dan satwa liar di tengah persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam rekaman berdurasi 2 menit 7 detik yang beredar Kamis (15/10/2026), seorang warga bernama Juanda memperlihatkan pohon sawit miliknya yang mengalami kerusakan pada bagian atas.
Ia menduga kebakaran yang mengganggu habitat orangutan turut memengaruhi kemunculan satwa tersebut di kebunnya.
“Memang orangutan, rumahmu habis terbakar, kamu menyerang kebun. Sisa kebun tidak seberapa, dihabiskan sama orangutan,” ucap Juanda dalam video tersebut.
Ia berharap BKSDA segera menindaklanjuti kejadian itu agar kerusakan tidak berulang.
Kepala BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, membenarkan pihaknya telah menerima informasi mengenai kerusakan tanaman sawit tersebut.
Ia menjelaskan, orangutan umumnya memakan bagian umbut atau pucuk muda pada tanaman sawit yang masih kecil.
Namun, dalam video yang diterimanya, kerusakan terlihat pada pohon sawit yang sudah besar.
“Bisa jadi bukan hanya kelaparan, tapi lebih ke ekspresi kemarahan,” ungkap Muriansyah.
Meski demikian, penyebab pasti perilaku orangutan dalam kejadian tersebut belum dapat dipastikan.
Kemunculan satwa itu menjadi perhatian karena karhutla berpotensi mengganggu habitat dan ketersediaan sumber makanan satwa liar. Kondisi tersebut dapat mendorong satwa mendekati kawasan aktivitas manusia.
Namun, dugaan keterkaitan antara kebakaran dan kerusakan kebun sawit warga masih memerlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan faktor yang memicu kejadian tersebut.
Hingga kini, belum ada keterangan mengenai hasil pemeriksaan langsung terhadap orangutan maupun langkah penanganan di lokasi.
Penelusuran oleh pihak terkait diperlukan untuk memastikan kondisi satwa sekaligus mencegah konflik berulang.
Upaya penanganan diharapkan mampu melindungi warga dan tanaman perkebunan tanpa mengabaikan keselamatan serta kelestarian orangutan sebagai satwa liar yang dilindungi. (hmn/fin)














