Misteri Jembatan Jejangkit, Infrastruktur Vital yang Terus “Tenggelam” di Mentaya Hilir Selatan

SAMPIT – Dalam agenda Reses Perseorangan Masa Sidang I Tahun 2025, Anggota DPRD Kotawaringin Timur dari Fraksi PAN, Eddy Mashamy, menyambangi Daerah Pemilihan 3, khususnya Desa Jaya Kelapa, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Kunjungan ini membuka kembali sorotan publik terhadap misteri Jembatan Sungai Jejangkit sebuah infrastruktur vital yang seolah menolak untuk kokoh.

Menurut laporan Kepala Desa Jaya Kelapa, Mulyadi, jembatan tersebut sudah empat kali diperbaiki, terutama di bagian tiang penyangga dan lantai jembatan. Namun, anehnya, setiap kali dilakukan penyambungan atau penambahan tiang, lantai jembatan kembali mengalami penurunan misterius. Warga bahkan mengaitkan kejadian itu dengan hal-hal yang bersifat mistis, karena tak ada penjelasan teknis yang masuk akal atas pergeseran berulang tersebut.

“Kondisi ini sangat miris dan menjadi perhatian serius saya,” tegas Eddy Mashamy. “Jembatan ini bukan sekadar penghubung antarwilayah, tapi nadi pergerakan ekonomi dan sosial masyarakat. Anak-anak sekolah, angkutan hasil kebun, dan warga Pulau Hanaut yang menuju Pasar Samuda semua bergantung pada jembatan ini.” sambungnya.

Sebagai mantan Camat Pulau Hanaut, Eddy memahami betul betapa pentingnya jembatan ini bagi mobilitas dua kecamatan tersebut. Ia menilai bahwa persoalan ini tak bisa dibiarkan berlarut-larut, apalagi jika kerusakan terus berulang tanpa solusi permanen.

Warga berharap, perhatian dewan tidak berhenti pada catatan reses semata. Sebab, di balik cerita mistis yang menyelimuti Sungai Jejangkit, ada kenyataan pahit tentang lambannya perbaikan infrastruktur dasar yang justru menjadi urat nadi kehidupan mereka.

“Yang mistis boleh jadi cerita rakyat,” ujar seorang warga setempat, “tapi yang nyata, kami lelah setiap kali harus memperbaiki jembatan yang terus turun.” lanjutnya lagi.

Kini, masyarakat menunggu langkah nyata pemerintah daerah. Apakah misteri Jembatan Jejangkit akan terus dibiarkan menjadi legenda baru di Mentaya Hilir Selatan, atau akhirnya menjadi bukti bahwa perhatian wakil rakyat bisa menembus batas antara mitos dan realitas. (fin/fin)

Share this post:

Related Post