32 Titik Panas Muncul di Kotim, Kota Besi Berstatus Siaga Karhutla

GERBANGDESA.COM, Sampit – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meningkat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Berdasarkan pembaruan data BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Kotim dalam 24 jam terakhir, tercatat 32 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi (level 8).

Kecamatan Kota Besi menjadi wilayah paling rawan setelah seluruh hotspot didominasi muncul di kawasan tersebut.

Desa Soren tercatat sebagai wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 21 titik, disusul Desa Camba sebanyak 11 titik.

Sementara masing-masing satu titik panas juga terdeteksi di Desa Tangka Robah, Kecamatan Mentaya Hulu, dan Desa Rubung Buyung, Kecamatan Cempaga. Kondisi ini memperkuat indikasi adanya sumber panas yang berpotensi memicu kebakaran di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan lonjakan titik panas menjadi perhatian serius karena cuaca kering masih mendominasi dan peluang hujan sangat minim.

“Munculnya 32 hotspot dalam satu hari menjadi perhatian serius bagi kami. Seluruh tim terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan TNI, Polri, Manggala Agni, dan instansi terkait, khususnya di Kecamatan Kota Besi yang saat ini memiliki konsentrasi titik panas tertinggi,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, analisis BMKG menunjukkan hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, berada pada kategori sangat mudah terbakar pada periode 9–10 Juli 2026. Lahan dan vegetasi yang mulai mengering membuat api lebih mudah muncul dan cepat menjalar.

“Peluang hujan dalam satu hari ke depan nyaris tidak ada. Kondisi ini membuat kewaspadaan harus terus ditingkatkan karena upaya pencegahan maupun pemadaman menjadi lebih menantang,” katanya.

Saat ini petugas gabungan masih melakukan penanganan kebakaran di sejumlah lokasi, di antaranya Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, serta Desa Soren dan Desa Camba di Kecamatan Kota Besi.

BPBD kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Menurut Multazam, kondisi cuaca yang sangat kering membuat api sangat mudah membesar dan sulit dikendalikan, sehingga pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko karhutla di Kotawaringin Timur.

“Kami juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas,” pungkasnya. (hmn/fin)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post