GERBANGDESA.COM, Jawa Tengah – Kabar positif datang dari sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional. Pengelolaan sumur minyak oleh masyarakat di Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menunjukkan perkembangan signifikan dengan potensi produksi mencapai 800 barel per hari (BOPD).
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan bahwa pada Jumat (27/3/2026) telah dilakukan penandatanganan berita acara produksi antara Koperasi Karya Energi Nusantara (KEN), perwakilan penambang sumur masyarakat, serta pemerintah desa. Penandatanganan ini menjadi langkah penting dalam proses legalisasi sekaligus optimalisasi produksi minyak rakyat.
Proses tersebut turut disaksikan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Satuan Tugas Sumur Masyarakat, serta perwakilan Pertamina yang melakukan verifikasi langsung di lapangan. Hingga 27 Maret 2026, dari total 273 sumur yang dilaporkan, sebanyak 203 sumur telah berhasil diverifikasi, sementara sisanya masih dalam tahap pemeriksaan lanjutan oleh konsultan independen.
Menariknya, hasil evaluasi menunjukkan kondisi lingkungan di sekitar sumur tetap terjaga. Tidak ditemukan indikasi pencemaran, bahkan lahan di sekitar area produksi masih dimanfaatkan untuk pertanian, seperti tanaman jagung yang tumbuh dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas produksi dapat berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan.
Dari sisi teknis, metode produksi yang digunakan masyarakat tergolong sederhana dengan memanfaatkan pompa listrik. Meski demikian, kualitas minyak yang dihasilkan dinilai baik dengan kandungan air yang sangat rendah. Saat ini, Pertamina telah mengambil sampel untuk diuji di laboratorium sebelum dikirim ke fasilitas pengolahan.
Ke depan, Pertamina akan mengajukan dokumen resmi kepada SKK Migas untuk mendapatkan persetujuan Menteri ESDM sebagai syarat penandatanganan kontrak kerja sama dengan koperasi. Di saat yang sama, koperasi diminta mempersiapkan aspek logistik dan keselamatan, termasuk armada mobil tangki berstandar Euro-4 dan sertifikasi pengemudi. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, produksi minyak dari sumur rakyat Sojomerto diharapkan segera mengalir ke fasilitas Pertamina, menjadi simbol kolaborasi kuat antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan energi nasional.(*/d)














