GERBANGDESA.COM, Kasongan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) tengah melanda Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah dan berdampak langsung pada lonjakan harga di tingkat masyarakat. Bahkan, pada awal Mei 2026, harga Pertalite di penjual eceran dilaporkan sempat mencapai Rp25 ribu per liter.
Kondisi ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Katingan, Yodihel. Ia menjelaskan bahwa keterbatasan pasokan dari Pertamina menjadi penyebab utama sulitnya memperoleh BBM jenis Pertalite dan Pertamax di wilayah tersebut.
Akibat situasi tersebut, masyarakat harus menghadapi antrean panjang di sejumlah SPBU. Tidak jarang, stok BBM seperti Pertamax langsung habis hanya dalam beberapa jam setelah pengisian ulang dilakukan.
Keterbatasan ini memaksa sebagian warga beralih membeli BBM dari pengecer, meskipun harus membayar dengan harga jauh lebih tinggi dari harga normal.
Pemerintah daerah pun mulai mengambil langkah untuk mengatasi persoalan ini. Salah satunya dengan melakukan pemantauan langsung di lapangan serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait distribusi BBM.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan kebijakan berupa penetapan harga eceran tertinggi (HET) guna menekan lonjakan harga yang tidak terkendali.
Saat ini, proses survei masih dilakukan untuk menentukan batas harga yang wajar bagi masyarakat.
Tak hanya itu, upaya pengawasan juga akan diperketat dengan pembentukan tim khusus yang bertugas memantau distribusi serta mencegah praktik penimbunan BBM.
Pemerintah berharap langkah-langkah tersebut dapat membantu menstabilkan pasokan dan harga BBM di Katingan, sehingga kebutuhan masyarakat dapat kembali terpenuhi secara normal. (*/f)
Sumber: Radar Sampit















