Kolaborasi BRMP Kalsel dan Kampus Percepat Modernisasi Pertanian Padi di Batola

GERBANGDESA.COM, Banjarmasin – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Selatan (BRMP Kalsel) menggandeng Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala bersama perguruan tinggi untuk mempercepat pengembangan pertanian modern berbasis teknologi. Program bertajuk Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) itu diterapkan melalui percepatan tanam padi di Desa Danda Jaya, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala.

Pelaksana Tugas Kepala BRMP Kalsel, Wahida Annisa Yusuf, mengatakan kolaborasi tersebut melibatkan Universitas Gadjah Mada dan Universitas Lambung Mangkurat sebagai mitra pengembangan teknologi dan pendampingan pertanian. Menurutnya, penerapan PM-AAS menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di wilayah pasang surut Kalimantan Selatan.

Program PM-AAS diterapkan melalui integrasi budidaya padi dan jeruk siam Banjar menggunakan sistem surjan di lahan rawa pasang surut. Model tersebut dinilai mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan karena petani tidak hanya bergantung pada satu komoditas, tetapi juga memiliki peluang usaha yang lebih beragam dan berkelanjutan.

Selain meningkatkan hasil produksi, konsep pertanian modern itu juga menitikberatkan pada efisiensi usaha tani, penggunaan teknologi, serta tata kelola pertanian yang lebih efektif. BRMP Kalsel menilai pendekatan tersebut penting agar petani mampu menghadapi tantangan sektor pertanian di masa mendatang, termasuk perubahan iklim dan ancaman penurunan produktivitas lahan.

Guru Besar Ilmu Tanah Universitas Gadjah Mada, Azwar Maas, menekankan pentingnya pengelolaan air di kawasan pasang surut sebagai faktor utama keberhasilan budidaya. Ia mengingatkan perlunya pengaturan genangan dan pintu air secara optimal serta pemantauan rutin terhadap pertumbuhan tanaman guna mencegah serangan hama dan penyakit sejak dini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala, Wahyu Wiguna, mengapresiasi sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan petani dalam pengembangan pertanian modern. Program PM-AAS diharapkan menjadi model pengembangan pertanian lahan pasang surut di Kalimantan Selatan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sistem pertanian yang modern, adaptif, dan berdaya saing.(*/d)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post