SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dari Daerah Pemilihan III, Eddy Mashamy, memanfaatkan masa reses di Desa Jaya Kelapa, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Salah satu isu utama yang mencuat dari pertemuan dengan warga adalah pembenahan dan penataan pasar desa Jaya Kelapa, Samuda.
Eddy menilai, pasar desa bukan hanya tempat jual beli, tapi denyut ekonomi masyarakat yang harus dikelola dengan serius. Penataan yang baik akan berdampak luas terhadap peningkatan pendapatan warga, estetika lingkungan, dan tata ruang desa yang lebih tertib.
“Saya sangat mengapresiasi keinginan kepala desa untuk memindahkan lokasi pasar dari sisi kiri kanan Jalan Ali Badrun Maslan ke simpang jalan menuju Depsos Samuda. Ini langkah tepat agar desa lebih tertata, arus jalan lancar, dan aktivitas ekonomi masyarakat makin hidup,” ujar Eddy di sela kegiatan reses, Senin (13/10/2025).
Selama ini, pasar desa Jaya Kelapa memang hanya buka dua kali dalam seminggu, setiap Senin sore dan Kamis sore. Namun, dari aktivitas sederhana itu, denyut ekonomi lokal terus berputar. Petani, nelayan, dan pedagang kecil memanfaatkan pasar tersebut untuk memasarkan hasil kebun dan produk lokal mereka.
Pasar yang tertata rapi diyakini dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat, di antaranya:
- Meningkatkan pendapatan masyarakat. Pedagang dapat berjualan dengan lebih nyaman, sementara pembeli mudah mengakses kebutuhan sehari-hari.
- Menata wilayah desa. Penataan pasar menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan estetis, sekaligus memperindah wajah desa.
- Meningkatkan kualitas hidup. Akses kebutuhan yang mudah berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Yang lebih penting, pemerintah desa sudah menyiapkan fasilitas tempat berjualan yang layak bagi warga. Jadi, penataan ini bukan sekadar memindahkan lokasi, tapi juga meningkatkan kualitas pasar secara menyeluruh,” jelas Eddy.
Selain menguntungkan masyarakat, keberadaan pasar juga menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PAD). Melalui retribusi dan pajak, desa dapat memperoleh tambahan pemasukan yang bisa digunakan untuk membiayai kegiatan pembangunan lainnya.
Tak hanya itu, pasar juga berfungsi sebagai ruang sosial dan komunikasi masyarakat. Warga saling bertukar informasi, mempererat hubungan sosial, dan membangun partisipasi kolektif terhadap kegiatan desa.
Pasar yang bersih, tertib, dan produktif juga akan meningkatkan citra desa, menjadikannya lebih menarik bagi wisatawan maupun investor lokal. Di sisi lain, produk pertanian dan perkebunan warga kini memiliki tempat pemasaran tetap sebuah kemajuan nyata bagi petani Jaya Kelapa.
Eddy Mashamy menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, DPRD, dan masyarakat untuk memastikan keberlanjutan pembangunan pasar.
Menurutnya, perencanaan matang dan partisipasi aktif masyarakat adalah kunci agar pasar desa tidak hanya dibangun, tetapi benar-benar hidup dan berfungsi maksimal.
“Pasar bukan sekadar bangunan, tapi ruang hidup ekonomi masyarakat. Jika dikelola dengan baik, ini bisa jadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi Jaya Kelapa,” tegas Eddy.
Langkah pembenahan pasar desa Jaya Kelapa menunjukkan arah baru pembangunan di tingkat akar rumput dari infrastruktur kecil yang berdampak besar.
Dari reses kali ini, Eddy Mashamy tak sekadar datang mendengar, tetapi juga mendorong agar aspirasi warga benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata.
Dengan pasar yang lebih tertata, rapi, dan ramah bagi pedagang maupun pembeli, Jaya Kelapa bisa menjadi contoh bahwa kemajuan desa dimulai dari pasar rakyat yang hidup dan berpihak pada warga.
“Pasar bukan hanya tempat jual beli, tapi ruang hidup ekonomi masyarakat. Kalau tertata, rakyat yang paling merasakan manfaatnya.” pungkasnya. (fin/fin)















