GERBANGDESA.COM, Sampit – Desa Makarti Jaya, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengandalkan madu lebah hutan sebagai salah satu potensi unggulan desa. Komoditas alami ini dihasilkan dari kawasan hutan yang masih terjaga di sekitar permukiman warga.
Kepala Desa Makarti Jaya, Suhadi, mengatakan desanya merupakan wilayah transmigrasi yang hingga kini tetap mempertahankan kelestarian lingkungan.
Di wilayah desa masih terdapat hutan dan perkebunan masyarakat yang menjadi habitat alami lebah hutan.
Menurut Suhadi, keberadaan lebah hutan tidak terlepas dari upaya pelestarian hutan di Kecamatan Pulau Hanaut, termasuk adanya PT Rimba Makmur Utama (RMU) yang menjalankan program restorasi hutan.
Kondisi tersebut membuat populasi lebah hutan tetap bertahan dan terus menghasilkan madu alami.
Ia menegaskan, masyarakat Desa Makarti Jaya tidak melakukan budidaya atau ternak lebah.
Seluruh madu yang dipanen murni berasal dari lebah hutan dan diambil secara tradisional oleh warga, sehingga produksi madu bersifat musiman.
“Dalam satu sarang lebah hutan, hasilnya bisa mencapai puluhan botol madu,” ujarnya, kemarin.
Madu lebah hutan Makarti Jaya juga dikenal memiliki kualitas baik dan telah dipasarkan hingga ke luar wilayah kecamatan karena keasliannya tanpa campuran.
Sebagai bentuk promosi potensi lokal, madu lebah hutan Makarti Jaya ditampilkan dalam ‘Bulan Sosialisasi Potensi Kabupaten Kotawaringin Timur’.
Kegiatan dipusatkan di Pantai Pandaran, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, beberapa waktu lalu.
Produk ini menjadi bukti bahwa desa tersebut memiliki potensi ekonomi berbasis alam yang dapat dikembangkan seiring dengan upaya menjaga kelestarian hutan. (fin/fin)














