SAMPIT, gerbangdesa.com – Sejak operasional tambang galian C dihentikan karena banyak diduga tidak mengantongi izin, dampaknya tidak hanya pembangunan tersendat. Bahkan, harga tanah urug per rit bikin menjerit.
“Harganya naik dari harga sebelumnya, kalau tidak dirazia harganya antara Rp300 ribu sampai Rp350 ribu, sekarang mencapai Rp500 ribu per rit tergantung jarak lokasi pembeli,” kata Ruslan, salah satu pengusaha di Sampit saat dibincangi wartawan media siber gerbangdesa.com, di kediamannya akhir pekan.
Untuk mendapatkan tanah urug dalam beberapa pekan ini, menurutnya, sangat susah. Jika pun ada, kata Ruslan, hanya ada antara satu sampai dua rit yang bisa diantarkan ke lokasi.
“Sekarang tidak bisa lagi pesan karena lokasinya sudah digerebek oleh anggota kepolisian. Jadi, kami terpaksa tidak bisa membangun karena tanah urug bahkan pasir untuk cor tidak bisa kami pesan lagi,” ujarnya dengan nada mengeluh.
Senada disampaikan Dayat. Dia menilai dampak galian C dihentikan itu tidak hanya tanah urug yang mengalami kenaikan. Bahkan, lanjutnya, pasir cor juga ikut dompet menjerit panjang.
“Harga pasir cor juga ikut naik, beberapa waktu pernah pernah pesan ternyata harganya di atas satu juta rupiah. Daripada menunggu lama, mau tidak mau ya terpaksa dipesan,” imbuh Dayat.
Hingga kini, semua pembangunan yang menggunakan tanah urug dan pasir cor di Sampit untuk sementara waktu disetop, sambil menunggu para pengusaha mengurus izin pertambangan salah satunya mengenai izin untuk galian C. (2d/fin)















