JAKARTA, gerbangdesa.com – Menjelang musim tanam kedua yang beriiringan dengan masuknya musim kemarau tahun 2023, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan menginisiasi langkah antisipasi serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) salah satunya serangga Tungro.
Hasil analisis selama enam musim terakhir menunjukkan bahwa OPT yang perlu diwaspadai yaitu, serangan Tungro yang masuk kategori endemis di Kabupaten Kapuas, Kalteng.
Berdasarkan data 2022, gegara serangan Tungro pertanian di Kalteng menyebabkan gagal panen (puso) dalam skala luas. Hal ini diakui Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Tengah.
Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan melihat kondisi tersebut langsung terjun lapangan monitoring ke kabupaten dengan luas puso tertinggi se-indonesia dan sekaligus mengadakan Bimtek Penanganan Penyakit Tungro kepada petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) di Kalteng-Sel.
Bimtek Penanganan Tungro diharapkan digelar di Kalsel karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Kapuas, yang diduga menjadi sumber serangga Tungro yang menyerang di Kabupaten Kapuas Kalteng.
Selain serangan serangga Tungro, berdasarkan analisis serangan enam musim kemarau terakhir, OPT paling banyak menyebabkan puso adalah hama tikus dan wereng batang coklat. (*)















