Beda Laporan Stunting, Puskesmas Cempaka Aktifkan Pokjanal Tiap Desa

puskesmas-cempaka.jpg
Gerbang Desa – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor wajahnya sempat memerah. Penyebabnya, laporan data mengenai stunting dari Kecamatan Cempaga tidak sama alias berbeda-beda. 

Hal itu terungkap ketika Camat Cempaga paparan pada saat evaluasi penanganan stunting tingkat kabupaten. Paparan itu wajib disampaikan oleh camat yang ada di 17 kecamatan. Kegiatan dipusatkan di Aula Sei Mentaya Bapelitbangda Kotim, beberapa waktu lalu.

Dasar inilah, membuat pihak Kecamatan Cempaga mengumpulkan seluruh kepala desa dan Puskesmas Cempaka Mulia untuk menindaklanjuti perbedaan data tersebut.

“Kegiatan ini adalah menindaklanjuti hasil sebelumnya di kabupaten, kami sarankan agar diaktifkan kembali Pokjanal (kelompok kerja operasional), karena yang ada ini tidak lagi berjalan semestinya,” ucap Camat Cempaga M Yamin melalui Kepala Seksi Tata Pemerintahan Tuwaktaru pada saat membuka kegiatan pelatihan aplikasi input data di aula kecamatan setempat, kemarin.

Dia mengingatkan bahwa ketika paparan evaluasi mengenai stunting di tingkat kabupaten, membuat pihak kecamatan dan kepala desa sempat kaget.

Sebab, data yang disampaikan ternyata ada perbedaan antara posyandu dan pihak desa. Disamping itu, jumlah stunting di Kecamatan Cempaga dinilai masih cukup tinggi yakni, sekitar 140 anak.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Cempaka Mulia Said Anshari menjelaskan, untuk kader Pokjanal di desa akan disisipkan petugas dari puskesmas supaya ketika input data tidak lagi berbeda setidaknya kesalahan bisa diminimalisir.

“Data untuk di desa dibuat dalam format microsoft exel dan kirim ke kader Pokjanal kecamatan, nantinya kader Pokjanal di kecamatan menginput datanya ke aplikasi khusus, pengiriman datanya hanya satu pintu,” tegas Anshari dihadapan yang hadir di kegiatan tersebut.

Sebelum data di kirim ke Pokjanal kecamatan, Anshari menyarankan, agar Pokjanal di tiap desa mengecek data terlebih dahulu dan hendaknya disinkronkan dengan data bulan sebelumnya.

Kepala Desa Patai Supardi menyarankan terutama ketika diadakan timbang badan anak hendaknya timbangan tersebut ditera ulang.

Dia merasa yakin bahwa kemungkinan besar timbang badan itu bisa jadi salah satu biangkeroknya mengapa ada perbedaan data antara polindes maupun puskesmas.

“Ini cuma saran saja, kalau bisa timbang badan ditera ulang, sedangkan ukur tinggi badan juga hendaknya disosialisasikan ke polindes bagaimana teknisnya supaya kesalahan serupa kedepannya bisa diminimalisir,” saran Supardi.

Sekadar diketahui, Puskesmas Cempaka Mulia telah melatih para kader dan operator di desa maupun kecamatan. Pelatihan fokus mengenai teknis input data kesehatan masyarakat termasuk data anak stunting di delapan desa di wilayah Kecamatan Cempaga. (*)

Penulis/Editor : Arifin

Share this post:

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Tinggalkan Balasan

Related Post