GERBANGDESA.COM, Sampit – Aksi warga Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, yang menanam pohon pisang di tengah jalan rusak memicu perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rudianur menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan jalan kabupaten dan telah masuk dalam prioritas perbaikan secara bertahap.
“Jalan itu kewenangan kabupaten dan kami tidak menutup mata dengan keluhan warga. Perbaikan tetap menjadi prioritas, hanya saja dilakukan bertahap karena efisiensi anggaran,” ujar Rudianur, politisi Partai Golkar dari Dapil III Kotim, Rabu (5/11/2025).
Ia menjelaskan, pada tahun ini pemerintah daerah memfokuskan perbaikan pada ruas jalan penghubung menuju Desa Jaya Karet, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Meski demikian, jalan di Desa Bagendang Hilir tetap menjadi bagian dari agenda peningkatan infrastruktur.
“Kami tetap memperhatikan aspirasi warga. Semua akan ditangani sesuai tahapan dan ketersediaan anggaran,” tambahnya.
Kepala Desa Bagendang Hilir, Karliansyah, membenarkan aksi warga tersebut. Ia menyebut, jalan yang rusak itu merupakan jalan kabupaten sehingga dana desa tidak dapat digunakan untuk perbaikannya.
“Jika dana desa digunakan untuk memperbaiki jalan kabupaten, itu berpotensi menjadi temuan. Jalan itu memang sudah lama rusak, namun kami sudah mengupayakan melalui pengajuan dan pokok pikiran dewan,” ujarnya.
Sebelumnya, video aksi penanaman bibit sawit di Jalan Garuda, Simpang Empat Padat Karya RT 2 RW 1, Desa Bagendang Hilir, pada Minggu (3/11/2025), viral di media sosial. Warga mengaku jalan tersebut merupakan akses penting bagi aktivitas harian, termasuk bagi anak-anak sekolah dan kendaraan masyarakat.
Kondisi jalan semakin parah saat musim hujan karena tergenang air dan berlumpur, sehingga sulit dilalui. (fin/nrh)















