GERBANGDESA.COM, Sampit – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menghanguskan bangunan bekas SMK di Tumbang Penyahuan, Selasa (13/10/2026).
Gedung yang sudah tidak digunakan selama bertahun-tahun itu ludes terbakar, sementara penyebab pasti kebakaran belum diketahui.
Camat Bukit Santuai, Agus Saptono, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan, bangunan itu merupakan gedung sekolah lama yang tidak lagi beroperasi sejak 2016, setelah kegiatan belajar-mengajar dipindahkan ke gedung baru yang dibangun melalui bantuan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.
“Kalau bangunan itu eks bangunan SMK. Sejak 2016 sudah tidak operasional sampai sekarang,” kata Agus.
Menurut Agus, bangunan tersebut berada di ujung kampung dan dikelilingi semak belukar. Sebagian material yang masih layak, termasuk papan ulin dan dinding, sebelumnya telah diambil saat sekolah pindah ke gedung baru.
Meski kebakaran diduga berkaitan dengan karhutla yang melanda kawasan tersebut, pihak kecamatan belum dapat memastikan asal api.
“Kalau sumber apinya dari mana, sampai saat ini belum bisa kami pastikan. Entah faktor kelalaian warga atau seperti apa, kami belum tahu,” ungkapnya.
Agus menambahkan, penanganan karhutla di sekitar Desa Tumbang Penyahuan telah berlangsung hampir tiga hari berturut-turut hingga kebakaran yang menghanguskan eks bangunan SMK tersebut. Api kini dilaporkan sudah padam.
Pihak kecamatan juga telah menyampaikan laporan tertulis mengenai kondisi karhutla dan dampaknya kepada Bupati Kotim melalui Sekretaris Daerah untuk diteruskan kepada instansi terkait.
“Kalau di tempat kami ini, untuk karhutla ada beberapa titik yang kami tangani. Hampir tiga hari berturut-turut di seputaran Desa Penyahuan,” pungkasnya. (hmn/fin)














