GERBANGDESA.COM, Sampit – Aktivitas Car Free Day (CFD) di kawasan Taman Kota Sampit resmi dihentikan sementara selama Ramadan. Kebijakan yang diambil Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini dimaksudkan untuk mendukung kekhusyukan ibadah puasa serta menyesuaikan ritme aktivitas masyarakat selama bulan suci.
Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, memastikan penghentian berlaku efektif sepanjang Ramadan.
“Kami berharap masyarakat dapat memaklumi jeda sementara ini. CFD akan kembali normal setelah Hari Raya Idulfitri,” ujarnya. Kemarin.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut bersifat sementara dan tidak menghapus agenda rutin mingguan itu.
Sejak diluncurkan Bupati Kotim, Halikinnor, pada September 2024, CFD Taman Kota Sampit berkembang menjadi ruang publik favorit warga.
Penutupan akses kendaraan setiap Minggu pagi menghadirkan suasana aman dan nyaman bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus mendorong gaya hidup sehat di pusat kota.
Tak hanya itu, CFD juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. Kehadiran pelaku UMKM setiap pekan menciptakan ekosistem usaha yang dinamis dan memberi peluang tambahan pendapatan bagi warga.
“CFD bukan sekadar olahraga, tapi juga ruang tumbuh ekonomi lokal,” kata mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kotim ini.
Selama CFD diistirahatkan, Dishub Kotim mengalihkan fokus pada pengelolaan arus lalu lintas di Pasar Ramadan 2026 yang dipusatkan di Jalan Yos Sudarso dan Jalan S. Parman, tepat di depan Taman Kota Sampit. Lokasi ini diprediksi menjadi titik kepadatan menjelang waktu berbuka.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Dishub akan bersinergi dengan Satlantas Polres Kotim menempatkan personel di titik rawan.
“Kami siapkan pengaturan lalu lintas yang ketat agar masyarakat tetap nyaman berbelanja dan beraktivitas,” pungkasnya. (fin/abs)















