GERBANGDESA.COM, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan seni bela diri tradisional Kuntau Bangkui sebagai penampilan unggulan dalam Karnaval Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 di Palangka Raya. Atraksi budaya khas Dayak tersebut akan tampil mengiringi mobil hias Kotim pada agenda budaya terbesar di Kalimantan Tengah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim, Ramadansyah, mengatakan Kuntau Bangkui dipilih karena dinilai mampu merepresentasikan identitas budaya masyarakat Kotim yang masih terjaga hingga saat ini. Menurutnya, penampilan seni bela diri tradisional itu diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung festival.
Persiapan penampilan terus dimatangkan menjelang pelaksanaan FBIM. Sejumlah pendekar senior disebut rutin menjalani latihan untuk menampilkan gerakan khas Kuntau Bangkui secara maksimal di hadapan peserta maupun wisatawan yang hadir selama festival berlangsung.
Kuntau Bangkui dikenal sebagai seni bela diri tradisional masyarakat Dayak Ngaju yang diwariskan secara turun-temurun. Gerakannya terinspirasi dari bangkui atau beruk hutan Kalimantan yang melambangkan kelincahan, ketangkasan, dan keberanian dalam menghadapi tantangan.
Selain menjadi hiburan budaya, penampilan tersebut juga diharapkan mampu memperkenalkan warisan tradisional Kotim kepada masyarakat luas. Festival Budaya Isen Mulang 2026 sendiri mengusung tema “Culture for Dignity” dan kembali masuk dalam agenda nasional Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang digelar pada 17 hingga 23 Mei mendatang.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesenian dan Tradisi Disbudpar Kotim, Achmad Syantri, menyebut Kuntau Bangkui telah memperoleh pengakuan sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kementerian Hukum dan HAM RI sejak 2025. Pemerintah daerah pun terus mendorong pelestarian budaya tersebut melalui pembinaan generasi muda dan aktivitas perguruan silat tradisional agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.(*/d)
Sumber: Jawa pos















