GERBANGDESA.COM, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mempercepat langkah pengentasan desa tertinggal dengan menargetkan dua wilayah tersisa, yakni Tanjung Soke dan Gerunggung di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat.
Kedua desa tersebut kini menjadi fokus utama dalam upaya menuntaskan status ketertinggalan di daerah.
“Dua desa ini menjadi prioritas kami. Targetnya jelas, tidak boleh lagi ada desa tertinggal di Kaltim,” tegas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Puguh Harjanto dilansir niaga.asia, Sabtu (11/4/2026).
Sebelumnya, terdapat empat desa berstatus tertinggal di wilayah tersebut. Namun, dua desa yakni Deraya dan Lemper telah berhasil naik kelas menjadi desa berkembang pada 2025.
Capaian ini membuat pemerintah provinsi kini hanya menyisakan dua desa yang masih harus dikejar peningkatan statusnya.
“Kami sudah melihat progres nyata, tinggal dua desa yang harus kami dorong agar segera menyusul,” ujar Puguh.
Upaya percepatan dilakukan melalui penguatan tiga indikator utama dalam Indeks Desa Membangun (IDM), yaitu ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan lingkungan.
Ketiga aspek ini menjadi tolok ukur utama dalam menentukan status dan kualitas perkembangan desa.
“Pendekatannya berbasis data dan indikator. Jadi setiap intervensi harus tepat sasaran,” jelasnya.
DPMPD Kaltim juga terus melakukan pendampingan intensif di lapangan untuk memastikan kedua desa tersebut mengalami peningkatan signifikan.
Intervensi tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Kami turun langsung memastikan perubahan benar-benar terjadi, bukan sekadar di atas kertas,” kata Puguh.
Selain peran pemerintah, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari perguruan tinggi turut dimaksimalkan sebagai penguat percepatan pembangunan desa.
Kehadiran mahasiswa dinilai mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan indeks desa melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat.
“KKN bisa menjadi akselerator sederhana tapi berdampak besar,” ujarnya.
Dengan strategi yang terfokus dan kolaboratif, Pemerintah Provinsi Kaltim optimistis dua desa tersisa tersebut segera lepas dari status tertinggal.
“Target kami bukan hanya mengurangi angka, tetapi memastikan tidak ada satu pun desa yang tertinggal,” pungkasnya. (*)















