GERBANGDESA.COM, Palangkaraya – Pemerintah Kota Palangka Raya terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang kini memasuki tahap lanjutan.
Wilayah Kecamatan Rakumpit diproyeksikan menjadi salah satu sentra produksi padi baru guna memperkuat ketahanan pangan daerah.
Program ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya untuk memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan produksi pangan lokal, khususnya komoditas padi.
Kepala DPKP Kota Palangka Raya, Sugiyanto, mengatakan pengembangan sawah sebelumnya telah dimulai di Kelurahan Petuk Bukit dengan luas lahan sekitar 21,5 hektare.
Program tersebut kini berlanjut dengan rencana pembukaan lahan baru di wilayah lain yang memiliki potensi serupa.
“Kami ingin Rakumpit berkembang menjadi kawasan produksi padi yang mampu mendukung kebutuhan pangan daerah secara berkelanjutan,” ujar Sugiyanto.
Sebagai bagian dari tahap persiapan, tim teknis DPKP telah melakukan survei lapangan di Kelurahan Mungku Baru untuk menilai kelayakan wilayah tersebut sebagai lokasi pengembangan persawahan berikutnya.
Menurut Sugiyanto, hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa kawasan tersebut memiliki potensi cukup besar untuk pengembangan pertanian tanaman pangan.
Kondisi geografis yang relatif mendukung serta ketersediaan sumber air menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
Sebagian besar lahan yang disurvei berada di kawasan tepian Sungai Rungan, yang dinilai dapat menjadi sumber air alami bagi sistem irigasi sawah di masa mendatang.
“Ketersediaan air merupakan faktor utama dalam pengembangan sawah. Kedekatan lahan dengan Sungai Rungan menjadi potensi besar yang harus dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, survei lapangan dilakukan secara komprehensif untuk memastikan kelayakan lahan dari berbagai aspek teknis, mulai dari topografi, struktur dan kesuburan tanah, hingga akses terhadap sumber air.
“Pengembangan lahan pertanian tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Semua harus melalui kajian agar lahan yang dibuka benar-benar produktif dan berkelanjutan,” tambah Sugiyanto.
Melalui program Cetak Sawah Rakyat ini, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap tidak hanya mampu meningkatkan produksi padi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat, khususnya para petani di wilayah Rakumpit.
Selain itu, langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar wilayah. (*/f)
Sumber : rri.co.id















