Kabut Asap Selimuti Sampit, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

GERBANGDESA.COM, Sampit – Kabut asap pekat menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sejak Rabu (5/8/2026) pagi. Jarak pandang menurun drastis, sementara aroma asap menyengat mulai terasa hingga ke kawasan permukiman warga.

Fenomena ini merupakan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kotim dalam sebulan terakhir.

Berdasarkan data The Weather Channel, indeks kualitas udara (AQI) di Sampit mencapai 167 atau berada pada kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

“Kabut asapnya tebal. Dada jadi sesak kalau menghirup udara di luar,” ujar Raihan, warga Sampit.

BPBD Kotim mencatat sedikitnya delapan titik karhutla masih ditangani petugas gabungan, tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya Jalan Graha Pramuka, Jalan MT Haryono Barat, Jalan Pelita Barat, Jalan Tjilik Riwut Km 7, hingga Jalan Jenderal Sudirman Km 23.

Proses pemadaman masih menghadapi tantangan berat akibat cuaca panas, minimnya sumber air, serta karakteristik lahan gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan.

“Bara api di lahan gambut dapat kembali menyala ketika tertiup angin atau terpapar panas matahari, sehingga pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh,” demikian kondisi yang dihadapi tim di lapangan.

Hingga 3 Agustus 2026, luas lahan yang terbakar di Kotim telah mencapai sekitar 321 hektare dan berpotensi terus bertambah selama musim kemarau berlangsung. (hmn/fin)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post