GERBANGDESA.COM, Sampit – Distribusi pupuk bersubsidi di wilayah Seranggas, Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menjadi sorotan sejumlah petani.
Mereka mengeluhkan keterlambatan penyaluran hingga minimnya pendampingan dari penyuluh lapangan pada masa tanam yang sedang berjalan.
Keluhan tersebut mencuat setelah sebuah video pernyataan petani viral di media sosial pada Senin (26/1/2026).
Dalam video berdurasi 10 menit 24 detik itu, petani menyampaikan bahwa pupuk tidak tersedia saat dibutuhkan, sementara data penerima bantuan dianggap tidak mencerminkan kondisi aktual di lapangan.
“Kami merasa berjuang sendiri. Jika kondisi ini terus berlanjut, generasi muda bisa tidak mau lagi turun ke sawah maupun kebun,” ujar salah satu petani dalam video tersebut.
Menindaklanjuti hal itu, Anggota DPRD Kotim Dapil III, Eddy Mashamy menyatakan pihaknya siap mengevaluasi proses distribusi pupuk yang dinilai bermasalah oleh petani.
Ia menilai persoalan distribusi bukan kejadian pertama kali, tetapi diduga berulang dalam beberapa musim tanam.
Menurut Eddy, persoalan yang dikeluhkan petani bukan hanya soal kelangkaan pasokan, tetapi juga terkait fungsi pengawasan dan pembinaan.
Petani juga mengaku pendampingan dari penyuluh pertanian masih belum optimal di lapangan.
DPRD Kotim berencana memanggil Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk meminta penjelasan terkait mekanisme distribusi.
Evaluasi yang dimaksud mencakup ketepatan data penerima, skema penyaluran, waktu distribusi, hingga pengawasan lapangan.
“Kita ingin memastikan proses pendistribusian berjalan sesuai aturan,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim belum memberikan keterangan terkait keluhan tersebut. (fin/nrh)















