GERBANGDESA.COM, Sampit – Aparat kepolisian mulai menyelidiki dugaan keberadaan grup media sosial bermuatan diduga perilaku menyimpang di Kota Sampit yang disebut memiliki 1.367 anggota. Informasi ini memicu keresahan luas di tengah masyarakat, khususnya para orang tua.
Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, menegaskan pihaknya telah mengerahkan tim, termasuk unit siber, untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut.
“Kami akan telusuri secara serius. Tim siber sudah bergerak mendalami aktivitas dan isi grup yang beredar itu,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (15/4/2026).
Berdasarkan penelusuran awal, grup tersebut berisi interaksi yang mengarah pada perilaku tidak sesuai norma.
Percakapan di dalamnya didominasi ajakan perkenalan intens yang berujung pada indikasi tindakan asusila.
Yang mengkhawatirkan, sebagian anggota grup diduga berasal dari kalangan remaja di Kota Sampit.
Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan dampak sosial serius jika tidak segera ditangani.
Merebaknya informasi ini dengan cepat menyedot perhatian publik dan menjadi sorotan berbagai media lokal.
Warga pun mendesak aparat agar bertindak tegas untuk mencegah dampak yang lebih luas.
“Semua informasi akan kami dalami. Jika ditemukan pelanggaran hukum, tentu akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” tegas Resky.
Ia juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, khususnya dalam penggunaan media sosial, guna mencegah keterlibatan dalam pergaulan yang berisiko. (nfr/fin)















