GERBANGDESA.COM, Sampit – Niat untuk menunaikan ibadah salat Jumat justru berujung pada aksi kriminal. Itulah fakta yang terungkap dalam rilis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) oleh Polres Kotawaringin Timur, Kamis (16/4), terkait kejadian di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, tepatnya di kawasan kota Samuda.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengungkapkan, pelaku awalnya datang ke masjid untuk beribadah seperti jamaah lainnya.
Namun, niat tersebut berubah ketika mereka melihat sebuah sepeda motor terparkir dengan kondisi kunci kontak masih menempel.
“Saat hendak mengambil air wudhu, pelaku melihat motor dalam keadaan kunci masih tergantung. Di situlah muncul niat untuk mencuri,” ujarnya.
Situasi yang terbuka tanpa pengawasan membuat pelaku dengan mudah membawa kabur kendaraan tersebut.
Peristiwa ini menjadi ironi, mengingat aksi pencurian terjadi di lingkungan rumah ibadah yang seharusnya menjadi tempat aman dan penuh ketenangan.
Kapolres pun menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam menjaga kendaraan.
“Kejahatan itu terjadi karena ada niat dan kesempatan. Jangan pernah meninggalkan kunci kontak di kendaraan, meskipun hanya sebentar. Kelalaian kecil bisa berujung pada kerugian besar,” tandasnya. (nfr/fin)















