GERBANGDESA.COM, Sampit – Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke depo sampah di Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, tepat di samping SMPN 3 Sampit. Sidak ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi pengelolaan sampah setelah sebelumnya muncul keluhan mengenai bau menyengat yang masuk hingga ke ruang kelas.
Ketua Komisi II DPRD Kotim, Akhyannoor, mengatakan pihaknya ingin memastikan kebenaran klaim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim yang menyebut aroma tidak sedap di depo tersebut sudah jauh berkurang.
“Kami harus memastikan sendiri apakah kondisi di lapangan sesuai laporan DLH,” ujarnya, kemarin.
Hasil sidak menunjukkan bahwa aroma menyengat yang sebelumnya sangat mengganggu kini sudah tidak terasa kuat lagi. Padahal, sebelumnya bau dari depo sampah itu kerap masuk hingga ke ruang belajar dan dikeluhkan para siswa serta guru.
“Ternyata sekarang sudah lebih baik, pengelolaannya sudah berjalan sehingga bau menyengat itu berkurang signifikan,” kata Akhyannoor.
Meski demikian, Komisi II menilai masih ada beberapa perbaikan yang mendesak. Politikus Gerindra itu menyoroti kondisi atap depo yang perlu diperbaiki, lantai yang harus dilakukan pengecoran ulang, serta perlunya pengadaan mesin pencacah sampah untuk menunjang efektivitas pengelolaan. Seluruh kebutuhan itu akan diusulkan dalam anggaran tahun depan.
Akhyannoor yang merupakan legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Kotim juga mendorong DLH lebih rutin melakukan penyemprotan disinfektan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kualitas udara, terutama di sekitar sekolah, tetap aman dan tidak mengandung bakteri yang berpotensi mengganggu kesehatan siswa.
Sidak Komisi II DPRD Kotim tersebut turut dihadiri sejumlah anggota, antara lain Zainuddin, Seto Hadi, Andi Lala, Supian Hadi, Pardamean Gultom, dan Hendra Sia, yang sama-sama menegaskan komitmen mereka dalam menjaga kenyamanan lingkungan sekitar fasilitas pendidikan. (fin/nrh)















