GERBANGDESA.COM SAMPIT – Kepala Desa Babirah, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotawaringin Timur, Julam Effendi, angkat bicara lantang soal kondisi infrastruktur di desanya yang tak kunjung mendapat perhatian serius.
Jalan kabupaten ruas Bapinang–Pagatan sepanjang 4.600 meter yang dihibahkan ke desa sejak 2018, masih menyisakan kerusakan parah terutama di segmen 460 meter.
“Panjang jalan 460 meter ini sudah 30 tahun tidak pernah tersentuh perbaikan, padahal tiap Musrenbang desa, tingkat Kecamatan dan Musrenbang RKPD, sudah kami usulkan. Kalau terus seperti ini, bagaimana desa bisa berkembang?,” ujar Julam kepada wartawan media Siber gerbang desa, Jumat 15 Agustus 2025.
Minimnya anggaran Dana Desa (DD) yang sebagian disisihkan dari Dana Bagi Hasil (DBH) membuat perbaikan tak bisa dilakukan maksimal.
Padahal, menurut Julam, ruas ini menjadi jalur vital warga untuk mengangkut hasil kebun dan sawah.
Selain itu, panjang jalan usaha tani dari Handil Semangat sampai Handil Pala sekitar 700 meter juga membutuhkan perhatian. Saat ini, baru 100 meter di Handil Semangat yang sudah dikerjakan, itupun berada di lingkungan RT 10 dan RT 11.
Tak hanya soal jalan, warga juga mengusulkan kepada anggota DPRD Kotim Dapil III agar segera direalisasikan pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) demi keamanan, demi keselamatan pengguna jalan di malam hari, serta renovasi atap dan halaman masjid yang menjadi pusat kegiatan ibadah di desa.
“Kami berharap semua usulan ini benar-benar ditindaklanjuti. Infrastruktur dan fasilitas umum yang layak adalah kebutuhan dasar warga, bukan kemewahan,” tegas Julam.
Masyarakat Desa Babirah berharap pemerintah kabupaten bersama legislatif dapat mengalokasikan anggaran prioritas untuk Kecamatan Pulau Hanaut, agar desa-desa pesisir ini tidak terus tertinggal dari wilayah lain di Kotim.
“Kami berharap ada komitmen nyata dari pemerintah kabupaten. Jangan tunggu sampai rusak total baru diperbaiki,” pungkasnya. (fin/fin)














