SULTENG, gerbangdesa.com – I (55), perempuan di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, diduga membunuh suaminya sendiri, T (58). Setelah membunuh suaminya, I kemudian meminum racun hingga mati. Masih belum diketahui mengapa I melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga suaminya meninggal.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (23 Mei 2023) di Dusun Mattiro Deceng IV, Desa Penanggootu, Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur, Negara Bagian Sulawesi Tenggara (Sulawesi Tenggara). Kejadian itu terungkap saat I menelepon anaknya L untuk melihat keadaan T di kebun mereka. Kemudian L bergegas ke taman bersama suaminya A.
Di sana mereka menemukan ayahnya berlumuran darah di rumah taman tempat dia biasanya tinggal. L kemudian memanggil keluarganya dan warga sekitar untuk membantu mengevakuasi ayahnya. Sayangnya, ia menghembuskan nafas terakhirnya di tengah perjalanan.
Menurut Agus Junaid, dokter di Puskesmas Lambadia, T meninggal dunia setelah mendapat luka di bagian perut kanan. Selain itu, ada luka di leher, dada, dan kaki. Namun, saya yang diundang ke anaknya tidak terlihat di tempat kejadian. Mencarinya, ternyata istrinya lemah, tergeletak di bawah gudang kebun orang lain.
“Berdasarkan informasi (minum racun) dari keluarganya,” kata Kapolsek Kolaka Timur AKBP Yudi. I juga dinyatakan meninggal setelah dirawat di Puskesmas Lambandia karena mati lemas setelah meminum racun tersebut. Polisi menemukan dua parang, pisau, kartu keluarga, baju dan celana korban serta tikar plastik.
“Selanjutnya kasusnya akan kami tangani dulu agar motif dan pertanyaannya jelas dan bisa ditarik kesimpulan (apakah kasus ditutup setelah tersangka juga meninggal),” kata AKBP Yudi Palmi.
Menurut anak-anaknya, T dan L tidak pernah bertengkar. “Masih belum diketahui motif kejadian. Menurut informasi yang diterima dari anak korban, orang tuanya tidak pernah bertengkar,” kata AKBP Yudi.
Dia juga membenarkan bahwa anak korban mengetahui kejadian tersebut setelah ibunya memanggilnya untuk menemui ayahnya di kebun peternakan tempat mereka tinggal. “Saat ke TKP, dia melihat bapaknya (korban) tergeletak di tanah kolong kebun, telentang dan berlumuran darah,” kata AKBP Yudi.
(*/ary)
dilansir dari: kompas.com















