GERBANGDESA.COM, Kota Bandung- Kabupaten Subang kian mengukuhkan diri sebagai destinasi wisata alternatif di Jawa Barat. Tidak hanya mengandalkan keindahan alam, daerah ini mulai memaksimalkan kekuatan budaya, kuliner, hingga kearifan lokal masyarakat desa sebagai daya tarik utama.
Tren ini mendorong pemerintah untuk merancang model pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, tujuh desa wisata baru resmi dikembangkan dan diperkenalkan pada akhir 2025.
Langkah ini bukan sekadar menambah destinasi, tetapi menjadi bagian dari strategi besar untuk menggerakkan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Ketujuh desa tersebut adalah Sukasari, Situ Sari, Cisampih, Margasari, Rawalele, Jambelaer, dan Curug Agung masing-masing hadir dengan karakter dan keunggulan berbeda.
Desa Sukasari dan Situ Sari menonjolkan kekuatan tradisi serta lanskap alam yang masih terjaga.
Sukasari menawarkan pengalaman hidup ala pedesaan Sunda yang autentik, sementara Situ Sari mengandalkan pesona danau serta jejak situs megalitikum sebagai daya tarik sejarah.
Keduanya memperlihatkan bagaimana harmoni antara alam dan budaya menjadi nilai jual yang kuat di sektor pariwisata desa.
Sementara itu, Desa Cisampih dan Margasari mengusung pendekatan wisata berbasis pengalaman dan edukasi.
Di Cisampih, wisatawan diajak terlibat langsung dalam aktivitas pertanian, energi, hingga pengelolaan sumber daya air.
Margasari menggabungkan potensi budaya, ritual tradisional, dan aktivitas ekonomi seperti budidaya perikanan, menghadirkan wisata yang tidak hanya rekreatif tetapi juga sarat makna.
Desa Rawalele dan Jambelaer memperkuat sektor agrowisata sebagai tulang punggung ekonomi lokal.
Rawalele memanfaatkan perkebunan karet dan aktivitas turunannya, sedangkan Jambelaer mengolah hasil buah-buahan menjadi produk bernilai tambah.
Kedua desa ini menunjukkan bahwa pariwisata dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan industri kreatif berbasis desa.
Adapun Desa Curug Agung diarahkan sebagai destinasi wisata alam dan kebugaran, dengan andalan pemandian air panas, curug, serta kawasan hutan yang masih alami.
Secara keseluruhan, pengembangan tujuh desa wisata ini menegaskan arah baru pembangunan pariwisata Subang tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga menempatkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan sebagai fondasi utama. (*)
Sumber: jabarprov.go.id















