GERBANGDESA.COM, Sampit – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menyisakan kisah pilu.
Seekor ular piton sepanjang lebih dari dua meter ditemukan dalam kondisi mati saat petugas gabungan melakukan pemadaman api di Jalan Kencana 13, Kecamatan Baamang, Minggu (2/8/2026).
Satwa liar tersebut diduga terjebak kobaran api hingga tidak sempat menyelamatkan diri.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam K. Anwar, membenarkan penemuan bangkai ular tersebut.
Menurutnya, ular piton itu ditemukan anggota di sela-sela proses pemadaman kebakaran.
“Anggota menemukan ular itu saat melakukan pemadaman. Kondisinya sudah mati dan diduga menjadi korban kebakaran hutan dan lahan,” ujar Multazam, Senin (3/8/2026).
Ia menegaskan, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan manusia akibat kabut asap, tetapi juga mengancam keberlangsungan ekosistem.
“Kalau hutan dan semak terbakar, bukan hanya lahannya yang rusak. Satwa yang hidup di dalamnya juga menjadi korban karena banyak yang tidak sempat menyelamatkan diri,” katanya.
Hingga kini, petugas gabungan masih terus berupaya memadamkan titik-titik api yang muncul di sejumlah wilayah Kotim sembari meningkatkan patroli pencegahan. (hmn/fin)















