GERBANGDESA.COM, Sampit – Sebanyak sepuluh calon penumpang kapal di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, hampir gagal berangkat setelah menjadi korban penipuan tiket perjalanan palsu. Peristiwa ini terjadi saat para calon pemudik hendak melakukan proses check-in sebelum naik kapal menuju Pulau Jawa.
Salah seorang korban, Zainal, mengungkapkan bahwa rombongan mereka baru mengetahui tiket tersebut tidak sah ketika melakukan validasi dokumen di terminal penumpang. Sistem operator kapal menolak kode pemesanan yang mereka bawa karena tidak tercatat dalam manifest resmi perjalanan.
Rombongan tersebut awalnya berencana berlayar dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Namun saat proses check-in dilakukan, seluruh kode booking dinyatakan tidak terdaftar. Kondisi ini membuat kepastian keberangkatan mereka sempat terancam.
Zainal menjelaskan bahwa tiket tersebut diperoleh melalui seorang perantara yang mengaku dapat membantu mengurus pembelian tiket sekitar dua minggu sebelumnya. Mereka membayar Rp480 ribu per orang dengan cara transfer, karena percaya pada rekomendasi teman yang sebelumnya pernah menggunakan jasa orang tersebut.
Akibat kejadian itu, tujuh orang dari rombongan akhirnya membeli tiket baru secara resmi agar tetap bisa berangkat sesuai jadwal menuju Jawa Timur. Sementara Zainal bersama dua rekannya sempat tertahan di pelabuhan karena keterbatasan biaya untuk membeli tiket pengganti.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat membeli tiket perjalanan, terutama menjelang arus mudik. Otoritas pelabuhan mengimbau calon penumpang untuk menggunakan aplikasi resmi atau agen terpercaya guna menghindari penipuan yang dapat merugikan secara finansial maupun menghambat rencana perjalanan.(*/d)















