GERBANGDESA.COM, Sampit – Desa Bajarau, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, menggelar kegiatan tanam jagung serentak untuk kuartal IV, Kamis (27/11/2025). Agenda ini berlangsung di lahan seluas 1,5 hektare dan menjadi bagian dari komitmen desa dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Parenggean M. Jais, jajaran Polsek dan Koramil Parenggean, Damang Kepala Adat Parenggean, BPP Parenggean, PKK, BPD Bajarau, tokoh masyarakat, serta perwakilan perusahaan sekitar desa.
Kepala Desa Bajarau, Ferry, menegaskan bahwa kegiatan tanam jagung ini merupakan implementasi nyata dari semangat swasembada pangan.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah pusat telah mencanangkan penguatan sektor pangan sebagai prioritas nasional, sehingga desa harus terlibat aktif dalam mewujudkannya.
“Kami ingin Bajarau ikut memberi kontribusi, meski dimulai dari skala kecil,” ujarnya.
Program tersebut juga sejalan dengan inisiatif ketahanan pangan yang diprakarsai Polri, dimana setiap desa didorong untuk mengembangkan lahan produktif sebagai penyangga kebutuhan pangan lokal.
Desa Bajarau menjadi salah satu wilayah yang konsisten merespons kebijakan tersebut melalui pengelolaan lahan pertanian yang terencana.
Sementara itu, Camat Parenggean M. Jais mengatakan bahwa ketahanan pangan sudah menjadi kewajiban bagi setiap desa.
Ia menegaskan bahwa sumber daya lokal harus dimaksimalkan agar desa mampu mandiri dan tidak bergantung pada distribusi pangan dari luar.
“Setiap desa harus punya kekuatan pangan sendiri. Ini penting untuk stabilitas ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Menurut Jais, program tersebut akan semakin terarah karena telah menjadi bagian dari aturan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah dan Tertinggal, (Kemendes PDT).
Ke depan, ia berharap desa-desa terus memperluas cakupan lahan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target nasional.
Kegiatan tanam jagung serentak di Bajarau ini juga menandai sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak perusahaan di sekitar wilayah tersebut.
Dengan dukungan berbagai pihak, pemerintah kecamatan optimistis produksi pangan lokal akan meningkat dan memberi dampak positif bagi kemandirian ekonomi warga. (fin/fin)














