Kamis, Juli 25, 2024

Akibat Meluapnya Air Kali Baru, Walkot Jaktim Akan Relokasi Gedung

Date:

Share post:

JAKARTA, gerbangdesa.com – Walikota Jakarta Timur (jaktim) M Anwar ingin merelokasi warga di bantaran Kali Baru di kawasan Hek, Kramat Jati. Menurut dia, hal itu harus dilakukan karena air Kali Baru berkali-kali meluap ke Jalan Raya Bogor.

Sejumlah bangunan terletak di jalur hijau atau Kali Baru Hek, Kramat Jati. Keberadaan bangunan tersebut dinilai turut menyempitkan badan sungai sehingga mengganggu aliran air.

Ada beberapa toko (toko) di bantaran Kali Baru Hek. Bangunan ini terletak di sebidang tanah antara Kali Baru Hek dan Jalan Raya Bogor. Yang terakhir dari bangunan ini menempel di badan Rio Nou. Sedangkan striker menghadap Jalan Raya Bogor.

Petugas UPK Dinas Pengairan yang setiap hari bekerja membuang sampah dan merawat Kali Baru Hek, Kramat Jati, mengatakan ada beberapa bangunan di jalur hijau tersebut. Pertokoan di sepanjang Jalan Raya Bogor dan Kali Baru akan direlokasi.

“Sebenarnya itu jalur hijau. Dari sungai ini jaraknya 2-1,5 meter. Ini batasnya di atas gedung, di kapur sungai,” kata pejabat Dinas Pengairan UPK itu saat ditemui. di tempat.

BACA JUGA:  Tidak Memiliki Izin Edar, Puluhan Ikan Olahan Dimusnahkan

Deretan bangunan tersebut konon sudah lama berada di Jalur Hijau. Rencananya gedung yang akan dipantau berlokasi dari Hek, Kramat Jati hingga PGC.

“Nah, dari jalan sama saja, 1,5 meter. Tapi orang-orang membangun di pinggir jalan, jadinya menghadap ke jalan. Kemarin walikota berkunjung. Jadi ramalannya sampai ke PGC,” ujarnya.

Tanggapan pedagang

Faisol (37), pemilik toko yang tokonya berada di bantaran Kali Baru Hek, Kramat Jati, mengaku pasrah dan mengikuti pemilik toko lainnya. Namun dia berharap langkah itu tidak dilakukan dalam waktu dekat.

“Ya, apa yang bisa saya lakukan. Saya akan mengikuti yang lain. Saya akan menyerah saja karena saya juga tahu ini adalah garis hijau. Tapi, maaf, untuk saat ini, saya peduli, karena kemarin juga ada kebakaran, bukan setahun, jadi mohon maaf, itu hanya wake up call saya,” kata Faisol.

Hal senada disampaikan pedagang lain yang tak mau disebutkan namanya. Ia mengaku bersedia dipindahkan jika ditawari tempat baru untuk berjualan.

“Saya setuju, saya tidak setuju, kecuali mereka memberi Anda tempat pengganti untuk menjual. Tapi ya, Anda harus melihat lokasi baru untuk bernegosiasi terlebih dahulu. Bagaimana jika Anda memindahkannya dan memberikannya tempat? menggunakan modal kita sendiri. Rugi kalau mereka mengusir kami,” katanya.

BACA JUGA:  Cerita Lisna, Penjual Pentol Tutup Tiga Bulan, Gegara Debu Jalanan

Walkot Jaktim ingin relokasi rumah di bantaran Kali Hek

Walkot Jaktim M Anwar sebelumnya mengatakan ingin memindahkan gedung yang berada di jalur hijau tersebut. Hal itu disampaikan setelah Kali Baru kembali meluap membanjiri Jalan Raya Bogor, Senin (19/6).

“Saya ingin mereka semua bergerak. Kosongkan saja semuanya. Saya ingin mereka,” kata Anwar saat berkumpul di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (19/6).

Anwar juga mengatakan, kondisi bantaran sungai juga rawan longsor. Karena itu, dia menilai hanya bangunan di sekitar lokasi yang harus dievakuasi.

“Terutama yang sering runtuh dan sering longsor adalah Simpang Dukuh, sering longsor. Sepertinya sebagian yang sering runtuh dikosongkan. Kedua, kami ingin normalisasi. Kami hanya ingin mengeruk sungai, tidak mungkin, karena takut runtuh. karena semua plesternya sudah lama sekali,” ujarnya. (*/ary)

sumber : detik.com

Artikel Lainnya

270 Daerah Dipimpin Pj Kepala Daerah, Mendagri Ingatkan PP 49/2008

GERBANGDESA.COM JAKARTA – Sebanyak 270 daerah saat ini dipimpin Penjabat (Pj) kepala daerah. Hal itu dianggap rentan terjadinya...

Mahasiswa Ciptakan Alat Pengukur Pupuk Nitrogen Padi Digital

GERBANGDESA.COM, BOGOR - Mahasiswa IPB University menciptakan sebuah inovasi terbarukan. Inovasi tersebut berupa alat pengukur kebutuhan pupuk nitrogen...

Inilah Beberapa Faktor Yang Dapat Menyebabkan Kerusakan Pada Ginjal

JAKARTA, gerbangdesa.com - Singapura pulih dari meningkatnya kasus gagal ginjal. Pada tahun 2021 saja, setidaknya ditemukan 6 pasien...

Tapal Batas 2 Kabupaten di Kalteng Ini Belum Jelas

GERBANGDESA.COM SAMPIT - Tapal batas antara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dengan Kabupaten Seruyan terutama yang ada di wilayah...
error: Content is protected !!