GERBANGDESA.COM, Sampit – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PAN, Muhammad Syauqie, menyoroti persoalan pendangkalan alur Sungai Mentaya di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Ia menilai masalah sedimentasi yang terjadi selama bertahun-tahun itu belum tertangani secara optimal, padahal Sungai Mentaya merupakan jalur vital yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Menurut Syauqie, kondisi alur sungai yang semakin dangkal berpotensi menghambat mobilitas kapal penumpang maupun angkutan barang.
“Pendangkalan Sungai Mentaya ini sudah berlangsung bertahun-tahun, tetapi belum pernah benar-benar diatasi. Padahal sungai ini adalah urat nadi ekonomi masyarakat,” ujarnya saat memantau arus mudik lebaran di Pelabuhan Sampit, Senin (16/3/2026).
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pengerukan alur sungai komersial tidak dapat dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Karena itu, lanjut Sauqie, diperlukan skema khusus melalui kerja sama dengan pihak ketiga agar penanganan sedimentasi bisa dilakukan tanpa melanggar ketentuan yang berlaku.
“Kita memastikan pengerukan alur seperti ini tidak bisa menggunakan APBN. Artinya kita membutuhkan kerja sama dengan pihak ketiga agar pengerukan bisa dilaksanakan,” tegasnya.
Syauqie mengatakan persoalan tersebut akan dibawa ke tingkat pusat untuk dibahas bersama Komisi V DPR RI dan mitra kerja terkait.
Ia menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan guna mencari solusi kebijakan bagi alur-alur sungai dengan tingkat sedimentasi tinggi, khususnya di Kalimantan Tengah.
“Kami akan membahas di pusat bersama komisi dan mitra kerja, baik Kementerian PU maupun Kementerian Perhubungan, bagaimana menyiasati alur-alur yang padat dan sedimentasinya tinggi agar bisa dikeruk dan memberi dampak positif bagi perekonomian,” katanya.
Dalam kunjungan ke Kota Sampit, Syauqie juga menjalankan sejumlah agenda, di antaranya memastikan kesiapan arus mudik Lebaran di Bandara H. Asan Sampit dan Pelabuhan Sampit.
Selajnutnya menghadiri kegiatan pasar murah, serta mengikuti buka puasa bersama Gubernur Kalimantan Tengah dan Bupati Kotawaringin Timur di Masjid Islamic Center Wahyu Al-Hadi Sampit. (fin/abs)















